Deprecated: version_compare(): Passing null to parameter #1 ($version1) of type string is deprecated in /home/asisgcom/public_html/wp-content/themes/flatsome/inc/classes/class-flatsome-upgrade.php on line 115

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/asisgcom/public_html/wp-content/themes/flatsome/inc/classes/class-flatsome-upgrade.php:115) in /home/asisgcom/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Human Resource – Asisya Consulting https://asisyaconsulting.com Biro Jasa Konsultasi Psikologi Thu, 12 Aug 2021 10:11:00 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.5 https://asisyaconsulting.com/wp-content/uploads/2014/03/cropped-favicon-32x32.png Human Resource – Asisya Consulting https://asisyaconsulting.com 32 32 Setiap Orang Dapat Memberikan Psychological First Aid, Tapi Gimana Caranya? https://asisyaconsulting.com/setiap-orang-dapat-memberikan-psychological-first-aid-tapi-gimana-caranya/ https://asisyaconsulting.com/setiap-orang-dapat-memberikan-psychological-first-aid-tapi-gimana-caranya/#respond Thu, 12 Aug 2021 10:11:00 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=517 Sumber: freepik.com

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita seringkali melihat orang lain yang sedang mengalami peristiwa buruk yang membuatnya bersedih hati.

Kamu mungkin ingin menolongnya, namun merasa ragu karena tidak memiliki latar belakang psikologi, konseling, atau sejenisnya. Sehingga membuatmu kebingungan harus melakukan apa untuk membantunya.

Namun sebenarnya, setiap orang dapat melakukan Pertolongan Psikologis Pertama atau Psychological First Aid (PFA). Sama halnya dengan pertolongan pertama pada kecelakaan, PFA pun dapat diberikan pada orang yang membutuhkannya oleh siapa saja. Tentunya setelah mempelajari dan dilakukan dengan rasa tanggung jawab.

Jadi apa itu Psychological First Aid?

Menurut WHO, PFA merupakan sebuah respon atau tindakan manusiawi dan suportif pada seseorang yang membutuhkan dukungan. Dalam hal ini respon atau tindakan tersebut bisa berupa menjadi pendengar, menghibur dan membantu mereka merasa tenang, membantu untuk terhubung dengan jasa atau layanan bantuan lebih lanjut, dsb.

PFA ini erat kaitannya pada mereka yang baru mengalami bencana alam. Namun, dalam WHO (2020), PFA diperuntukkan bagi orang-orang dalam “kondisi tertekan atau tidak menyenangkan, dan baru saja mengalami kejadian kritis.”

Tentu saja, kondisi tertekan dan kritis tersebut berbeda bagi setiap orang. Jadi, bukan hanya mereka yang baru saja mengalami bencana alam, tapi bagi siapa saja yang sedang mengalami peristiwa tidak menyenangkan.

Lalu bagaimana cara memberikan FPA?

Dalam buku panduan yang diterbitkan WHO (2020), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

Menerapkan Komunikasi yang Baik

Berhadapan dengan seseorang yang baru saja mengalami peristiwa tidak menyenangkan haruslah berhati-hati. Sebab mereka yang sedang bersedih hati  cenderung mudah tersinggung dengan perkataan orang lain.

Saat berkomunikasi, kamu harus peka terhadap bahasa tubuh seperti ekspresi, isyarat tubuh, serta kata-katamu sendiri. Jangan memaksa mereka untuk bercerita. Mereka yang membutuhkan pertolongan mungkin masih shock atau terpukul hingga tidak tahu bagaimana untuk menceritakannya.

Melakukan Persiapan

Menurut WHO (2020) ada tiga hal yang dapat dilakukan antara lain mempelajari situasi, layanan dan dukungan, serta keselamatan dan keamanan.

Sebelum menolong mereka, edukasi diri mengenai apa yang orang tersebut hadapkan menjadi poin penting. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “apa yang terjadi?”, “Siapa sajakah yang dapat memberikan bantuan?”, “Dimana dan bagaimana cara mengakses bantuan?”, “Apakah peristiwa tersebut masih berlangsung?” sangat penting untuk dicari tahu jawabannya.

Kamu dapat mencarinya melalui berbagai sumber yang valid dari internet, media sosial, atau bahkan pengalaman orang lain. Tindakan ini perlu kamu lakukan agar tidak salah dalam memberikan pertolongan.

Melakukan 3 prinsip FPA: Look (Lihat), Listen (Dengar), Link (Hubungkan)

Look: Lihat

Amatilah apa yang mereka butuhkan untuk membuat mereka merasa lebih tenang. Mungkin seperti air putih, tisu, atau tempat yang lebih nyaman untuk bercerita. Cari tahu segala hal tentang kebutuhan mereka, apa yang mereka butuhkan dan perlukan.

Listen: Dengar

Poin ini merupakan hal terpenting dalam memberikan PFA. Dalam melaksanakannya pastikan bahwa kamu mendengarkan mereka dengan empati.

Cobalah untuk mendekati mereka perlahan lalu tanyakan apa yang mereka butuhkan dan dapat kita lakukan untuk mereka. Dengarkanlah cerita mereka tanpa penghakiman. Berikanlah mereka ruang untuk merasa aman dalam bercerita. Jika memungkinkan pastikan bahwa kamu dapat menjaga kerahasiaan ceritanya. Jangan paksakan mereka untuk bercerita. Hal inilah yang disebut WHO (2011) sebagai cara membantu dengan tanggung jawab.

Berikan juga rasa nyaman dan menenangkan bagi mereka selama bercerita. Kamu dapat melakukannya dengan menunjukkan bahasa tubuhmu seperti tepukan ringan, anggukan kepala, atau kata-kata yang membuat mereka merasa lebih baik.

Link: Hubungkan

Jangan lupa bahwa apa yang kamu lakukan merupakan pertolongan pertama bagi mereka. Maka, jika kamu bukan ahlinya, kamu tidak berhak untuk memberikan mereka diagnosis tertentu.

Bantulah mereka untuk terhubung dengan tenaga profesional yang dapat mengatasi permasalahannya. Berikan informasi yang sudah anda pelajari sebelumnya.

Kamu juga dapat menanyakan apakah ada orang lain yang mereka percaya untuk memberi dukungan. Ingatlah untuk tidak memposisikan dirimu sebagai pengambil keputusan. Berikan mereka kesempatan untuk mengambil keputusannya sendiri. Namun yakinkan mereka, bahwa kamu bersedia untuk membantunya.

Perlu diingat bahwa, PFA bukanlah (WHO, 2020):

  1. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh tenaga ahli
  2. Konseling profesional
  3. PFA bukanlah “psychological debriefing”. Jadi, di dalam PFA tidak akan didiskusikan secara mendetail tentang kejadian krisis yang menimpa seseorang.
  4. PFA tidak meminta seseorang untuk menganalisis apa yang terjadi pada mereka dan tidak akan menjelaskan kejadian sesuai dengan urutan waktu dan kejadian.
  5. Relawan PFA tidak boleh memaksa untuk seseorang yang mengalami krisis menceritakan pengalamannya.

Itulah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk memberikan PFA bagi mereka yang membutuhkan.

Asisya Consulting memberikan pelayanan bagi kalian yang ingin melakukan konsultasi dengan psikolog terpercaya kami.

 

Sumber:

WHO. (2020). Pertolongan Psikologis Pertama: Panduan bagi Relawan Bencana. Surabaya: Airlangga University Press. diakses dari: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44615/9789241548205-ind.pdf

]]>
https://asisyaconsulting.com/setiap-orang-dapat-memberikan-psychological-first-aid-tapi-gimana-caranya/feed/ 0
Bahagia Dengan Ikigai https://asisyaconsulting.com/bahagia-dengan-ikigai/ https://asisyaconsulting.com/bahagia-dengan-ikigai/#respond Thu, 15 Jul 2021 13:14:38 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=488 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Katanya kita harus mengikuti passion agar merasa lebih bahagia. Katanya dengan passion dapat membuat kita merasa lebih bersemangat dalam melakukan rutinitas sehari-hari.

Tapi apa benar kalau passion saja cukup untuk membuat hidup lebih bahagia?

Ternyata ada loh satu prinsip hidup dari Jepang yang dapat membantumu menemukan konsep bahagia dalam hidup. Prinsip itu disebut Ikigai.

Apa itu Ikigai?

Ikigai merupakan sebuah istilah berasal dari jepang dengan menggabungkan kata iki yang berarti kehidupan atau hidup dan gai yang berarti manfaat atau nilai. Jika digabungkan kedua kata tersebut maka Ikigai memberikan manfaat, nilai, serta tujuan hidup. Maka dapat dikatakan juga jika Ikigai memberikanmu alasan untuk hidup.

Istilah ini pun dapat menjadi kunci untuk membantu menemukan tujuan dan atau makna kehidupan mu. Dengan begitu, Ikigai menjadi sebuah prinsip atau cara untuk memotivasi kamu bangun di pagi hari dan menjalani kehidupan dengan lebih bermakna.

Selain itu, Ikigai juga memberikan dampak yang penting dalam kesehatan dan umur panjang. Dalam buku yang ditulis oleh Dan Buttner (2015) dalam The Blue Zones Solution, menyebutkan bahwa Okinawa menjadi kota nomor satu dari 5 daerah terbaik dengan penduduk berumur panjang dan memiliki sedikit penyakit. Hal ini selain disebabkan oleh menjaga makanan ialah sebab filosofi hidup mereka yaitu IKIGAI (Garcia & Miralles, 2017).

Bagaimana Cara Menemukannya?

Sebelum membahas lebih lanjut, kalian perlu tau nih Ikigai itu sendiri terdiri dari 4 aspek yaitu passion, mission, profession, dan vocation. Aspek ini digambarkan dalam diagram berikut:

Sumber: www.djkn.kemenkeu.go.id

Passion

Untuk sebagian orang, menemukan passion merupakan tantangan terbesar sebab banyak yang masih tidak mengetahuinya. Passion sendiri dalam hal ini merupakan gabungan dari irisan sesuatu yang disenangi dan dikuasai. Sesuatu yang dengan melakukannya membuatmu merasa senang.

Mission

Aspek ini merupakan gabungan dari irisan sesuatu yang kamu senangi dan apa yang dibutuhkan oleh lingkungan sekitar. Dalam hal ini bisa jadi kamu tidak melakukannya dengan baik sebab bukan hal yang kamu kuasai dan tidak dibayar. Namun, aspek ini dihargai oleh orang lain. Misalnya menjadi relawan.

Profession

Seperti artinya dalam bahasa Indonesia, profession dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan profesimu. Aspek ini merupakan gabungan dari apa yang kamu kuasai dan kamu dibayar atas itu.

Vocation

Dalam hidup tentunya penghasilan menjadi salah satu hal yang penting untuk dimiliki. Selain itu juga berguna untuk menyeimbangkan kegiatan yang kita senangi agar tetap dapat dilakukan. Maka aspek vacation merupakan gabungan dari peluang mendapatkan penghasilan dari sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Seperti pekerjaan pada umumnya hal ini mungkin tidak melibatkan sesuatu yang kamu senangi sehingga mengurangi kesenangan untuk melakukannya.

Untuk dapat mencapai keempatnya, maka kamu harus mengetahui terlebih dahulu tentang kegiatan apa yang kamu sukai, apa yang kamu kuasai, apa hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan apakah itu sesuatu yang membuat kamu dibayar?

Jika kamu sudah mendapatkannya maka cobalah untuk menentukan tujuan. Setelahnya, maka kamu dapat menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

Tidak perlu dimulai dari langkah yang besar, cobalah dari sesuatu langkah kecil yang kamu yakini bahwa kamu dapat berhasil melakukannya. Dengan begitu, maka dapat meningkatkan kepercayaan dirimu atas apa yang kamu lakukan.

Menambah membaca atau diskusi dengan orang lain sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang lingkungan sekitar.

Hargai hal-hal kecil yang dapat membawa kebahagiaan. Setiap orang memiliki pandangannya masing-masing akan arti bahagia. Namun tidak ada salahnya jika mulai untuk menghargai keadaan yang kamu alami. Orang jepang sendiri percaya bahwa kebahagiaan kecil dapat membawa pada kehidupan yang lebih menyenangkan.

Itulah seputar informasi mengenai Ikigai. Ternyata bukan hanya passion sebagai aspek penting dalam hidup. Namun harus dibarengi dengan ketiga aspek yang tidak kalah penting. Aspek-aspek tersebut terbentuk melalui beberapa irisan yang berarti harus saling melengkapi bukan berdiri sendiri. Dengan menyatukannya, maka kamu berhasil dalam menemukan Ikigaimu dan membuat hidup lebih bahagia.

Jika kamu memiliki permasalahan dalam menentukan tujuan hidupmu, kamu dapat mengkonsultasikannya dengan psikolog dan konselor ahli dari Asisya Consulting.

Sumber:

Garcίa, H., & Miralles, F. 2017. IKIGAI: The Japanese Secret to a Long and Happy Life. New York: Penguin Books. https://img1.wsimg.com/blobby/go/528fd387-72f1-4bf6-b4be-2f0e210ec8fc/Ikigai%20_%20the%20Japanese%20secret%20to%20a%20long%20and%20hap.pdf  

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-suluttenggomalut/baca-artikel/13385/Ikigai-Filosofi-Hidup-Orang-Jepang-yang-Perlu-Ditiru.html

]]>
https://asisyaconsulting.com/bahagia-dengan-ikigai/feed/ 0
Merasa Semua Orang Memperhatikanmu? Tunggu Dulu, Mungkin Itu Spotlight Effect! https://asisyaconsulting.com/merasa-semua-orang-memperhatikanmu-tunggu-dulu-mungkin-itu-spotlight-effect/ https://asisyaconsulting.com/merasa-semua-orang-memperhatikanmu-tunggu-dulu-mungkin-itu-spotlight-effect/#respond Thu, 01 Jul 2021 06:42:16 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=469 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Sahabat Asisya, pernah gak sih kalian merasa seakan semua orang memperhatikanmu ketika berada di keramaian? Padahal kenyataannya tidak begitu.

Salah satu contohnya, saat kamu pergi ke suatu acara dan tidak percaya diri dengan pakaianmu karena merasa kurang cocok. Lalu kamu merasa bahwa semua orang akan memperhatikan bahkan membicarakanmu.

Situasi tersebut mungkin sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari dimana kamu merasa bahwa semua mata tertuju pada dirimu. Nah, dalam perspektif psikologi fenomena ini disebut spotlight effect. Apa itu? Simak informasinya ya!

Apa itu spotlight effect?

Dilansir dari psychologytoday.com, spotlight effect merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa orang lain memperhatikanmu lebih dari yang sebenarnya. Bisa dibilang istilah ini menjelaskan bahwa seseorang cenderung berpikir bahwa dirinya menjadi pusat perhatian padahal kenyataannya tidak demikian.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gilovich, dkk (200) mereka membuktikan bahwa orang-orang cenderung melebih-lebihkan sejauh mana tindakan dan penampilan mereka diperhatikan oleh orang lain.

Para peneliti American Psychological Association (APA) tersebut melakukan t-shirt eksperimen dengan membagi dua kelompok untuk menggunakan baju yang dianggap memalukan dan lebih keren sebelum memasuki ruang kelas. Kelompok pertama menggunakan baju yang menggambarkan Barry Manilow sementara kelompok kedua menggunakan baju bergambar Bob Marley, Jerry Seinfeld, dan Martin Luther King, Jr.

Kemudian peserta diminta untuk memprediksi berapa banyak orang yang akan memperhatikannya. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak lebih dari setengah persen dari yang mereka kira akan memperhatikan mereka.

Penelitian ini pun juga menunjukkan orang-orang cenderung percaya bahwa tindakan positif maupun negatif mereka lebih menonjol daripada orang lain. Para peneliti meminta partisipan untuk memperkirakan peringkat positif dan negative mereka yang diberikan oleh anggota kelompok. Peringkat positif untuk yang dapat menjalankan diskusi dengan baik dan peringkat negative untuk anggota yang sering salah bicara. Hasilnya menunjukkan jika peserta melebih-lebihkan seberapa menonjol diri mereka.

Kenapa spotlight effect bisa terjadi?

Seorang dosen psikologi di University of Lincoln, Nathan Heflick, Ph.D menjelaskan bahwa spotlight effect terjadi sebab egosentrisme pada diri kita. Egosentrisme itu sendiri merupakan kecenderungan memandang dunia dari perspektif pribadi karena mereka adalah pusat dari dunianya. Pengalaman diri kita digunakan untuk mengevaluasi dunia termasuk orang lain. Dengan begitu kita mengasumsikan bahwa orang lain pun memiliki pandangan seperti yang kita pikirkan. Kita terkadang lupa bahwa orang lain pun menjadi pusat dari dunianya sendiri.

Menurut Heflick naïve realism dan bias blind spot pun mempengaruhi terjadinya spotlight effect. naïve realism ialah kecenderungan seseorang untuk percaya apa yang mereka lihat sebagai realitas sebenarnya. Sementara bias blind spot merupakan kecenderungan untuk mengenali dampak bias pada penilaian orang lain tapi tidak dengan bias penilaiannya sendiri. Dengan begitu ia merasa bahwa apa yang ia fokuskan adalah benar, sehingga mereka percaya bahwa orang lain akan memperhatikan pada apa yang mereka fokuskan.

Lalu bagaimana cara untuk mengatasinya?

Sebab utama terjadinya fenomena ini karena egosentrisme seseorang yang membuat kita memandang dunia bahkan orang lain melalui pengalaman dan perspektif kita. Maka cobalah untuk menyadari dan meyakini bahwa setiap orang memiliki egosentrisme nya masing-masing. Mereka adalah pusat dari dunia mereka sendiri dan tidak ada yang benar-benar memperhatikanmu.

Selain itu cobalah untuk meminta pendapat dari rekan, sahabat, atau orang terdekatmu terhadap apa yang kamu fokuskan atau khawatirkan. Dengan begitu kamu memperoleh pandangan orang lain sebagai bahan pertimbanganmu.

Spotlight effect juga berkaitan dengan kecemasan sosial. Hal ini dapat membuat mu menjadi kurang percaya diri, mudah gugup, dan mudah khawatir terhadap pandangan orang lain. Sebab merasa dirinya selalu diperhatikan mereka jadi selalu berhati-hati pada tindakannya. Jika hal ini terus berlanjut maka akan memungkinkan jika kamu mengalami gangguan kecemasan sosial.

Maka saran terakhir, cobalah untuk konsultasikan hal ini dengan konselor atau psikolog kepercayaan mu. Tidak ada yang salah untuk membicarakan keadaan yang mengganggumu dengan ahlinya. Kamu pun dapat menggunakan layanan konseling dan terapi yang ada di Asisya Consulting.

Sumber:

Gilovich, T., Medvec, V. H., & Savitsky, K. (2000). The spotlight effect in social judgment: An egocentric bias in estimates of the salience of one’s own actions and appearance. Journal of Personality and Social Psychology, 78(2), 211–222. doi:10.1037/0022-3514.78.2.211  

https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-big-questions/201111/the-spotlight-effect

]]>
https://asisyaconsulting.com/merasa-semua-orang-memperhatikanmu-tunggu-dulu-mungkin-itu-spotlight-effect/feed/ 0
Membangun Career Capital untuk Kesuksesan Masa Depan https://asisyaconsulting.com/membangun-career-capital-untuk-kesuksesan-masa-depan/ https://asisyaconsulting.com/membangun-career-capital-untuk-kesuksesan-masa-depan/#respond Mon, 28 Jun 2021 08:34:29 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=464 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut individu untuk terus mengembangkan kemampuan dan keterampilannya. 

Dalam upaya untuk mendapatkan karir yang diinginkan, career capital disebut-sebut sebagai hal yang penting untuk dimiliki individu. 

 

Tapi tahukah kalian apa itu career capital?

Dilansir dari 80000hours.org, career capital merujuk pada segala hal seperti keterampilan, jejaring sosial, ataupun sertifikat kemampuan yang membuat Anda berada pada posisi yang lebih baik untuk membuat perubahan di masa depan. Lebih jelas lagi menurut Arthur & Inkson (2001), career capital adalah modal karir berfokus pada kompetensi internal yang dimiliki individu dalam memilih dan mengembangkan karir yang diinginkan sesuai dengan keterampilan dan minat individu.

Terdapat tiga dimensi penting dalam career capital yaitu:

Knowing why

Aspek ini berhubungan dengan pemahaman individu dengan dunia kerja untuk mengejar karir yang diinginkannya. 

Knowing how

Aspek ini menitikberatkan pada pengetahuan mengenai keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk menunjang karir individu. 

Knowing Whom

Aspek ini berkaitan dengan jejaring sosial atau hubungan sosial dengan yang melibatkan orang-orang yang berpengaruh dalam pengembangan karir Anda.

Lalu bagaimana cara untuk membangun career capital?

Dilansir dari forbes.com, inilah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk membangun career capital-mu antara lain:

  1. Tanamkan pola pikir untuk menciptakan

Biasanya kita terfokus pada pola pikir yang untuk mencari passion dan hanya terfokus pada pikiran apa yang akan diberikan oleh pekerjaan kita. Maka cobalah untuk kembangkan pola pikir perajin (craftsman) sehingga kamu akan terfokus pada pikiran untuk menciptakan sesuatu atau ‘memberi’ pada dunia

  1. Ketahui keterampilan yang kamu kuasai

Dengan mengetahuinya Anda dapat fokus untuk mengembangkannya dan mendapatkan cara yang efektif dalam mencapai tujuan-tujuan Anda.

  1. Selalu kembangkan diri Anda

Melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan memang terasa menyenangkan. Namun cobalah untuk mencari dan berlatih dengan hal yang baru untuk terus mengembangkan kemampuan dan keterampilan mu.

  1. Meminta feedback

Seseorang tumbuh berdasarkan saran dan kritik yang ia dapat. Kita dapat mengetahui bagaimana kinerja kita jika kita mendapatkan feedback dari sekitar kita.  Dengan begitu kita dapat meningkatkan kinerja kita atau memperbaikinya jika terdapat kesalahan.

  1. Mengurangi waktu yang Anda habiskan pada sesuatu yang tidak membantumu untuk berkembang

Jika anda merasa bahwa anda menghabiskan banyak waktu, tenaga bahkan uang pada kegiatan yang tidak membantu anda berkembang, cobalah untuk mulai mengurangi hal tersebut.

  1. Tetapkan tujuan yang sesuai dengan tahapan karir anda

Jangan pernah bekerja tanpa tujuan yang jelas dan sesuai. Sebab tujuan tersebut dapat memotivasi dan membuat anda mengembangkan keterampilan yang anda miliki.

  1. Nikmati proses yang dihadapi

Untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan tentu saja memerlukan waktu yang mungkin tidak sebentar. Maka cobalah untuk menikmati proses dalam membangun karir yang anda impikan.

 

Itulah penjelasan mengenai career capital dan beberapa tips yang dapat kamu ikuti untuk membangunnya. Namun jika kamu memiliki masalah dalam pengembangan diri, kamu bisa berkonsultasi dengan Psikolog ahli di Asisya Consulting.

 

Sumber:

Shin, Laura. 2013. 7 Step to Developing Career Capital and Achieving Success. Frobes.com  https://www.forbes.com/sites/laurashin/2013/05/22/7-steps-to-developing-career-capital-and-achieving-success/?sh=680b1e867a9f 

Todd, Benjamin. Todd, Benjamin (2014) Which jobs put you in the best long-term position?, 80,000 Hours, October.

Ula, I I., Susilawati, I R., & Wilyasari, S. D. 2015. Hubungan Antara Career Capital dan Work Life Balance pada Karyawan di PT. Petrokimia Gresik. Jurnal Psikoislamika, Vol. 12(1).

 

]]>
https://asisyaconsulting.com/membangun-career-capital-untuk-kesuksesan-masa-depan/feed/ 0
Psikotes Karyawan Managerial https://asisyaconsulting.com/psikotes-karyawan-managerial/ https://asisyaconsulting.com/psikotes-karyawan-managerial/#respond Sat, 30 May 2020 06:29:45 +0000 http://asisyaconsulting.com/?p=244 Asisya Consulting mengadakan semi asesmen level managerial untuk klien kami sebuah perusahaan jaringan rumah makan yang sudah tersebuar di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Semi Asesmen ini bertujuan untuk menelusuri dan memetakan potensi seluruh karyawan agar dapat ditemukan calon potensial untuk promosi jabatan dalam menempati posisi Leader. Pilihan paket Psikotes bervariasi tergantung sesuai dengan kebutuhan Klien. Dari mulai psikotes dengan laporan standart sederhana hingga yang lengkap lebih kompleks. Tentu saja dengan perbedaan fee jasa sesuai dengan budget yang diberikan oleh Klien.

Promosi karyawan perlu dilakukan dalam sebuah perusahaan level apapun karena akan menciptakan semangat dan motivasi baru bagi karyawan. Karyawan akan merasa karirnya dapat mereka gantungkan pada perusahaan tersebut untuk jangka waktu yang cukup lama. Ada semangat kompetitif dan juga harapan untuk dapat bertahan di perusahaan tersebut. Manfaat yang diambil adalah mengurangi turn over karyawan di suatu perusahaan dan akan menciptakan kepuasan kerja.

Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Saat ia meraih suatu pencapaian atau keberhasilan, maka ia akan mencari pencapaian dan target lain yang lebih tinggi dalam hidupnya. Perusahaan yang mampu melihat hal ini akan dapat mencegah permasalahan SDM yang tidak pernah usai di suatu industri organisasi.

Silahkan menghubungi Asisya Consulting jika perusahaan anda membutuhkan jasa Psikotes untuk segala tujuan.

]]>
https://asisyaconsulting.com/psikotes-karyawan-managerial/feed/ 0
Psikotes karyawan level staff https://asisyaconsulting.com/psikotes-karyawan-level-staff/ https://asisyaconsulting.com/psikotes-karyawan-level-staff/#respond Sat, 30 May 2020 06:17:30 +0000 http://asisyaconsulting.com/?p=241 Klien kami sebuah industri Farmasi cukup besar di Bandung mengadakan Psikotes untuk 30 orang karyawan level staff. Psikotes ini bertujuan untuk menelusuri dan memetakan potensi seluruh karyawan agar dapat ditempatkan di posisi yang tepat (right people at the right place). Pilihan pake Psikotes bervariasi tergantung sesuai dengan kebutuhan Klien. Dari mulai psikotes dengan laporan standart sederhana hingga yang lengkap lebih kompleks. Tentu saja dengan perbedaan fee jasa sesuai dengan budget yang diberikan oleh Klien.

Dalam pengertian yang sederhana, the right man in the right place adalah menempatkan orang sesuai keahliannya. Suatu tim akan mampu bergerak lebih cepat kalau orang di dalamnya mengurusi hal-hal sesuai keahliannya. Konsep ini sangat mudah dikatakan tapi kenyataannya tidak selalu mudah diterapkan. Masih banyaknya karyawan di kantor yang merasakan tidak cocok dengan tugas yang diberikan atau atasan yang kurang proporsional dalam memberi tugas menunjukkan kalau gagasan the right man in the right place—bahkan ditambah in the right time, bukan hal sepele.

Ibarat sebuah mobil. Agar mobil tersebut dapat melaju kencang diperlukan bahan bakar yang cukup, Kondisi Ban yang baik dan stabil, penerangan lampu yang memadai, lampu sign yang bekerja dengan baik serta sampai jok mobil yang nyaman dan ergonomis agar pengemudi dapat konsentrasi dan lebih nyaman dalam berkendara. Sehingga dalam menciptakan sebuah performa utama mobil tersebut banyak faktor pendukung yang tepat dan efisien. Begitu juga dalam sebuah perusahaan haruslah memiliki orang – orang potensial yang tepat di tempat posisi yang tepat pula. Seseorang yang tidak terbiasa berkomunikasi dengan orang baru tentu akan tidak maksimal jika ditempatkan sebagai seorang customer service atau sales. Sebaliknya, orang yang extrovert akan cukup berbahaya jika di tempatkan di bagian akunting yang membutuhkan kerahasiaan tertentu. Pemetaan potensi sangatlah dibutuhkan oleh sebuah perusahaan apapun levelnya sebagai upaya untuk mengurangi kerugian dikemudian hari yang lebih besar lagi. Sesungguhnya hire people is a million dollar decision.

Meutia ananda, S.Psi., M.Psi., Psikolog

]]> https://asisyaconsulting.com/psikotes-karyawan-level-staff/feed/ 0