Deprecated: version_compare(): Passing null to parameter #1 ($version1) of type string is deprecated in /home/asisgcom/public_html/wp-content/themes/flatsome/inc/classes/class-flatsome-upgrade.php on line 115

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/asisgcom/public_html/wp-content/themes/flatsome/inc/classes/class-flatsome-upgrade.php:115) in /home/asisgcom/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Asisya Consulting https://asisyaconsulting.com Biro Jasa Konsultasi Psikologi Thu, 26 Aug 2021 11:24:25 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.5 https://asisyaconsulting.com/wp-content/uploads/2014/03/cropped-favicon-32x32.png Asisya Consulting https://asisyaconsulting.com 32 32 Sering Insecure? Coba Cara Ini Untuk Mengatasinya https://asisyaconsulting.com/sering-insecure-coba-cara-ini-untuk-mengatasinya/ https://asisyaconsulting.com/sering-insecure-coba-cara-ini-untuk-mengatasinya/#comments Thu, 26 Aug 2021 11:23:25 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=529 Sumber: freepik.com

Rasanya sudah menjadi hal yang umum jika manusia merasakan insecure. Entah sebab penampilan, pekerjaan, atau hal-hal lain pada dirinya.

Banyak sekali faktor penyebab perasaan insecure pada diri seseorang. Mulai dari lingkungan sekitar yang memberikan komentar negatif tentang diri seseorang. Bahkan hingga pikiran-pikiran negatif dalam diri pribadi akibat sifat perfeksionis yang tidak pernah puas atau memiliki kepribadian melankolis.

Tapi, Sebenarnya Apa Itu Insecure?

American Psychological Association mengartikan insecure sebagai “perasaan tidak cukup, kurang percaya diri, ketidakmampuan untuk mengatasi, disertai dengan ketidakpastian dan kecemasan mengenai tujuan, kemampuan, atau hubungan seseorang dengan orang lain”.

Singkatnya, insecure membuat kamu merasa tidak percaya diri akan kemampuan yang kamu miliki. Bukan tidak mungkin, hal ini pun dapat membuatmu terus merasa kurang akan dirimu sehingga membawamu pada perasaan cemas dan stress.

Jadi, Bagaimana Cara Tepat Mengatasi Rasa Insecure?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, rasa insecure ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari hingga mengganggu kesehatan mental. 

Berikut ini beberapa langkah yang dapat kamu coba terapkan untuk mengurangi rasa insecure mu:

Terima kekuranganmu dan hargai perbedaan

Sejak kita lahir, pastilah terdapat perbedaan dengan orang lain. Baik ciri fisik, lingkungan keluarga, atau hal lainnya. Tak jarang akibat adanya perbedaan tersebut membuat kita cenderung membandingkan diri dengan orang lain dan fokus melihat kekurangan yang ada pada diri sendiri.

Padahal, itulah yang membuatmu semakin merasa insecure. Mengetahui kekurangan dan berusaha memperbaikinya merupakan hal yang baik. Namun bahaya jika kamu terlalu fokus pada kekurangan yang dimiliki, itu hanya akan membuatmu mengabaikan kelebihanmu.

Maka, cobalah untuk menerima bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan masing-masing. Hanya mungkin mereka tidak menunjukkannya atau berusaha memperbaiki sehingga terlihat lebih baik. Kamu pun bisa melakukan seperti itu, cobalah untuk identifikasi apa kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki. Dengan begitu kamu mungkin akan mengetahui apa yang sebaiknya kamu lakukan dengan dirimu.

Berhenti menyalahkan diri sendiri

Memang tidak mudah untuk melawan pikiran negatif, namun hal tersebut bukanlah tidak mungkin. Mulailah untuk mencoba menerima keadaan dan sadari apa yang sebaiknya kamu lakukan untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Hindari orang-orang yang membuatmu insecure

Seperti yang telah disebutkan bahwa insecure dapat terjadi sebab faktor dari luar diri. Komentar-komentar negatif atau perlakuan yang merendahkan dari sekitarmu dapat membawa perasaan insecure.

Berteman dengan siapa saja memang merupakan hal yang baik, namun kamu pun tetap bisa memilih dengan siapa lebih baik kamu bertemu demi kesehatan mental mu. Jika kamu tidak bisa menghindarinya maka abaikan saja perkataan mereka.

Kita memiliki hal yang hanya dapat kita kontrol, yaitu diri sendiri bukan orang lain.

Fokus pada hal positif dan membahagiakan

Caramu memperlakukan dirimu dan melihat dunia dapat membawa dampak bagi rasa insecure mu. Mereka yang sering mengucapkan kalimat positif pada diri sendiri, melawan pikiran negatif, dan fokus pada hal yang membuat bahagia mungkin memiliki tingkat insecure yang rendah.

Kamu bisa mulai mengucapkan kalimat-kalimat afirmatif pada dirimu sendiri seperti “kamu berharga”, “kamu cantik apa adanya dirimu”, dsb., untuk membantu mengatasi kecemasanmu. Fokuslah pada hal-hal yang membuatmu bahagia tanpa harus memikirkan bagaimana pendapat orang lain. Temukan hal yang baik dan membuatmu merasa nyaman. Kamu pun bisa memulai dengan kegiatan sederhana yang kamu lakukan setiap hari. 

Mencari Bantuan Professional

Jika kamu merasa insecure mu tidak kunjung membaik dan mengganggu aktivitas sehari-harimu. Segeralah mencari bantuan ahli untuk membantumu mengatasinya. Terapis dapat memberikan perawatan yang efektif untuk meningkatkan well-being dan rasa percaya diri.

Itulah beberapa tips-tips yang dapat kamu terapkan dalam mengatasi rasa insecure mu. Asisya Consulting memberikan layanan konseling dengan para psikolog terpercaya.

Sumber:

https://dictionary.apa.org/insecurity 

]]>
https://asisyaconsulting.com/sering-insecure-coba-cara-ini-untuk-mengatasinya/feed/ 1
Mengenal Gangguan Kecemasan Sosial https://asisyaconsulting.com/mengenal-gangguan-kecemasan-sosial/ https://asisyaconsulting.com/mengenal-gangguan-kecemasan-sosial/#respond Thu, 26 Aug 2021 11:19:44 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=526 Sumber: freepik.com

Manusia adalah makhluk sosial. Berinteraksi dengan orang lain menjadi salah satu hal yang paling mendasar untuk dilakukan oleh setiap manusia. Namun, pada sebagian orang, rasa takut dan cemas berlebihan dialami saat seseorang harus berinteraksi atau berada di tengah keramaian. Kondisi inilah yang disebut gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder).

Apa itu social anxiety disorder?

Dikutip dari Davidson, dkk (2018) Social anxiety disorder adalah rasa takut yang tidak rasional berkaitan dengan keberadaan orang lain. Mereka menjadi sangat cemas dan takut akan diamati, dinilai oleh orang lain, atau mempermalukan diri sendiri di depan umum.

Rasa takut bisa muncul karena berpikir bahwa orang akan berpikir buruk tentang diri Anda. Selain itu, ada rasa khawatir bahwa Anda tidak akan tampil atau bekerja sebaik yang diharapkan atau setara dengan orang lain. Bahkan disebutkan gangguan ini sangat merusak hingga mengakibatkan angka bunuh diri lebih tinggi daripada gangguan kecemasan lain.

Gejala social anxiety disorder

Davidson, dkk (2018) menyebutkan bahwa mereka yang menderita gangguan kecemasan sosial biasanya akan cenderung menghindari situasi dimana ia akan dinilai oleh orang lain. Mereka pun khawatir jika menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau berperilaku secara memalukan.

Rasa takut dan khawatir tersebut biasanya disertai dengan gejala fisik seperti keringat berlebihan dan wajah memerah.

Beberapa situasi yang dihindari individu dengan gangguan ini antara lain:

  • Berbicara atau melakukan sesuatu di tempat publik,
  • Makan di tempat umum,
  • Menggunakan toilet umum,
  • Bekerja berhadapan dengan orang lain.
  • Aktivitas lain yang mengharuskan interaksi dengan orang lain.

Gejala fisik yang tampak pada social anxiety disorder

Lebih lengkap lagi, dilansir dari hellosehat.com, beberapa gejala fisik yang ikut menyertai individu dengan social anxitey disorder, antara lain:

  • Wajah memerah atau blushing
  • Napas pendek-pendek
  • Sakit perut, mual.
  • Gemetar, termasuk suara yang bergetar.
  • Jantung berdegup cepat
  • Berkeringat atau hot flashes.
  • Merasa pusing atau ingin pingsan

Jika kamu merasakan gejala seperti yang telah disebutkan diatas, maka janganlah ragu untuk mengkonsultasikannya dengan bantuan ahli. Asisya Consulting memberikan layanan konseling dengan konselor dan psikolog terpercaya.

Sumber:

Hapsari, A. 2021. Social Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Sosial)..https://hellosehat.com/mental/gangguan-kecemasan/social-anxiety-disorder/

Davidson, G. C., Neale, J. M., Ann, M. Kring. 2018. Psikologi Abnormal. Depok: Rajawali Pers

 

]]>
https://asisyaconsulting.com/mengenal-gangguan-kecemasan-sosial/feed/ 0
Arti Warna dalam Psikologi, Mana Favoritmu? https://asisyaconsulting.com/arti-warna-dalam-psikologi-mana-favoritmu/ https://asisyaconsulting.com/arti-warna-dalam-psikologi-mana-favoritmu/#respond Thu, 19 Aug 2021 12:12:46 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=523 Sumber: freepik.com

Warna dapat diartikan sebagai spektrum tertentu yang terdapat di dalam cahaya yang sempurna. Selain untuk mempercantik dekorasi, warna dianggap dapat menjadi media komunikasi non-verbal. Sebab pada setiap warna memiliki pesan tersendiri dimana pesan tersebut dapat mempengaruhi perilaku seseorang.

Hal itulah yang dimuat dalam psikologi warna. Sebab warna dinilai mampu mempengaruhi suasana hati, perasaan, dan emosi hingga perilaku manusia.

Berikut ini arti 10 warna menurut psikologi, apa saja sih? Simak informasinya ya.

Hitam

Warna hitam merupakan warna yang menggambarkan perasaan marah, agresif, ketakutan, dan kesedihan. Biasanya warna ini pun erat dikaitkan dengan kematian.

Dilansir dari verywellmind.com, mungkin banyaknya kaitan hal negatif dengan warna hitam diakibatkan oleh budaya masyarakat itu sendiri. Sebab kita sering menyebut warna hitam untuk menggambarkan sesuatu yang jahat atau buruk. Contohnya seperti black magic, black Monday, blacklist, dsb.

Namun tidak selalu memiliki kesan yang buruk, warna hitam pun dapat menggambarkan sesuatu yang menarik dan elegan. Contohnya saja banyak yang memakai tuxedo berwarna hitam, kaos warna hitam, dan yang lebih menarik ialah kartu berwarna hitam (black cards).

Putih

Putih sering dikaitkan dengan hal yang suci dan kepolosan. Dalam budaya islam sendiri misalnya seperti saat hari raya besar banyak sekali yang lebih memilih warna putih.

Warna putih pun dapat menggambarkan awal yang baru itulah mengapa dalam budaya barat gaun pengantin pada umumnya berwarna putih. Selain sebab kesucian dan kepolosan sebelumnya.

Merah

Dilansir dari verywellmind.com, warna merah merupakan warna yang dapat menggambarkan emosi dengan kuat. Contohnya seperti kemarahan, kekuatan, passion, dan cinta.

Selain itu, orang-orang pun suka untuk menghubungkan warna merah dengan hal yang berbahaya. Hal ini mungkin disebabkan warna tersebut merupakan warna dari api, darah, dan sebagainya.

Warna merah merupakan warna yang tepat untuk menarik perhatian. Itulah mengapa banyak sekali rambu-rambu lalu lintas atau tanda bahaya yang menggunakan warna ini.

Jingga

Warna jingga merupakan gabungan dari kuning dan merah merupakan warna yang energik. Jingga dapat membangkitkan rasa semangat, antusias, dan kehangatan.

Sama seperti merah, warna ini pun sering digunakan untuk mendapatkan perhatian. Contohnya banyak digunakan untuk rambu jalan.

Kuning

Hati-hati untuk kamu yang memilih warna ini sebagai logo atau dalam desainmu. Sebab warna kuning terkadang sukar untuk dibaca.

Namun, warna ini dapat memberikan kecerahan sehingga membawa keceriaan dan rasa hangat. Kuning pun digambarkan sebagai warna yang energik.

Mirip dengan merah dan jingga, warna ini cocok untuk menarik perhatian sebab warnanya yang cerah. 

Coklat

Warna ini sering dikaitkan dengan bumi sehingga digambarkan sebagai kekuatan dan keandalan, kenyamanan, keamanan, dan rasa hangat.

Namun warna coklat pun berhubungan dengan emosi negative seperti perasaan kesepian, kesedihan, dan keterasingan.

Hijau

Siapa yang tidak tahu jika warna hijau sering dikaitkan dengan alam seperti pohon, daun, atau tumbuhan lain.

Sebab sering dikaitkan dengan alam, warna hijau merupakan warna yang menggambarkan ketenangan, kehangatan, rileksasi, kesegaran, dan mampu mengurangi stress. Dalam salah satu studi pun warna hijau disebutkan mampu menginspirasi kreativitas (verywellmind.com).

Biru

Menurut verywellmind.com, warna biru merupakan warna yang banyak disukai oleh orang-orang dan sering dikaitkan dengan laki-laki.

Biru merupakan warna langit dan laut, dengan begitu sering digambarkan untuk membawa perasaan tenang, damai, dan aman.

Namun, kamu pun pasti sering mendengar istilah ‘feeling blue’ untuk menggambarkan kesedihan. Yap, tidak salah. Warna biru pun dapat menciptakan rasa sedih. Hal ini didasarkan oleh salah satu lukisan karya Picasso selama “blue period”-nya, yang dapat digambarkan dengan kesepian, sedih, atau putus asa.

Merah Muda

Warna ini sering dikaitkan dengan sikap feminine pada diri seseorang. Sikap tersebut dapat berupa kelembutan, kasih sayang, dan cinta.

Selain itu, merah muda merupakan wawrna yang mewakilkan kegembiraan, kreativitas, dan eurofia atau rasa semangat. Warna merah muda ini pun erat kaitannya dengan masa-masa anak muda.

Ungu

Dalam budaya masyarakat, ungu kerap kali dikaitkan dengan janda atau seorang perempuan yang diceraikan atau ditinggal mati suaminya. Padahal warna ini dapat melambangkan kebijaksanaan dalam diri seseorang.

Bukan hanya itu, warna ini pun digambarkan sebagai warna kekayaan atau bangsawan. keberanian, kreativitas, dan misterius.

Itulah arti 10 warna menurut psikologi. Jadi, mana warna favoritmu?

Cherry, K. 2020. Color Psychology: Does It Affect How You Feel? How Colors Impact Moods, Feelings, and Behaviors. dilansir dari https://www.verywellmind.com/color-psychology-2795824

]]>
https://asisyaconsulting.com/arti-warna-dalam-psikologi-mana-favoritmu/feed/ 0
Mengenal Silent Treatment dan Cara Mengatasinya https://asisyaconsulting.com/mengenal-silent-treatment-dan-cara-mengatasinya/ https://asisyaconsulting.com/mengenal-silent-treatment-dan-cara-mengatasinya/#respond Thu, 19 Aug 2021 12:06:46 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=520 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Komunikasi merupakan aspek penting untuk menjaga hubungan tetap sehat. Namun dalam sebuah hubungan pertemanan atau mungkin asmara, mungkin akan ada seseorang yang jika sedang marah atau berkonflik lebih memilih diam.

Pasalnya, kamu pun mungkin tidak mengerti apa yang menjadi masalah sebab pasangan atau temanmu hanya diam tanpa penjelasan.

Mungkin teman atau pasanganmu itu sedang melakukan silent treatment kepadamu. Tapi sebenarnya apa sih silent treatment itu?

Dilansir dari medicalnewstoday.com, silent treatment merupakan penolakan untuk berkomunikasi bahkan kehadiran orang lain.

Mereka yang melakukan silent treatment biasanya dilandasi oleh ketiga alasan ini, yaitu:

  1. Avoidance (menghindar), mereka mungkin akan tetap diam dalam percakapan sebab tidak tahu apa yang harus dikatakan atau ingin menghindari konflik.
  2. Communication (berkomunikasi), mereka mungkin menggunakan silent treatment sebab mereka ingin pasangan atau temannya tahu bahwa mereka kesal tapi tidak tahu bagaimana cara mengekspresikannya,
  3. Punishment (hukuman), mereka menggunakan silent treatment untuk menghukum atau bahkan mengontrol orang lain.

Mereka yang biasanya melakukan silent treatment mungkin akan menujukkan beberapa sikap seperti menolak untuk berbicara dalam waktu tertentu, bersikap dingin dan tidak pedulu. Selain itu mereka pun tidak mau mendengarkan penjalasan atau memahami perasaan orang lain. Bahkan terus menghindar hingga mendapat permintaan maaf atau permintaannya terpenuhi.

Hati-Hati Silent Treatment Dapat Dianggap Sebuah Kekerasan Loh!

Seperti yang termuat dalam medicalnewstoday.com, silent treatmen dapat menjadi sebuah kekerasan emosional ketika:

  1. Mereka berniat untuk menyakiti orang lain dengan diamnya
  2. Terjadi dalam waktu yang lama
  3. Sikap diamnya hanya diakhiri ketika mereka memutuskan untuk mengakhirinya
  4. Mereka berbicara dengan orang lain tapi tidak dengan pasangan atau temannya
  5. Menggunakan sikap diamnya untuk membuat teman atau pasangannya merasa bersalah
  6. Melakukannya untuk memanipulasi atau menekan orang yang berkonflik dengannya mengubah perilaku mereka.

Jadi, bagaimana cara mengatasi silent treatment?

  1. Cobalah menggunakan kalimat ‘aku’ dalam percakapan.

Contohnya seperti “aku merasa bingung jika kamu diam seperti ini. Aku ingin untuk menemukan cara mengatasi masalah ini bersama”. Menggunakan kalimat ‘aku’ dapat membantu orang lain mengetahui bagaimana perasaanmu.

  1. Akui perasaan pasangan atau temanmu

Mintalah mereka untuk membagi perasaan mereka. Dengan begitu, mereka pun akan merasa bahwa perasaan mereka penting dan dapat memudahkan percakapan. Cobalah untuk mendengarkan secara aktif dengan rasa empati.

  1. Jangan saling menyalahkan

Ingat bahwa tujuanmu ingin menyelesaikan masalah atau sikap diamnya. Pastikan bahwa kamu sedang dalam kepala dingin sehingga komunikasi tetap berjalan dengan baik. Jika kamu mulai merasa tersinggung, cobalah ambil waktu sejenak sebelum kembali ke percakapan sebelumnya.

  1. Meminta maaf atas perkataan atau perbuatan

Jika memang kamu melakukan perkataan atau perbuatan yang menyakiti orang lain, jangan lupa untuk meminta maaf kepada mereka. Mungkin juga sikap diamnya untuk menunjukkan bahwa ada yang salah.

  1. Meningkatkan komunikasi yang baik

Setelah masalah selesai dan sikapnya kembali seperti semula, jaga komunikasi antar satu sama lain. Terbuka terhadap semua perasaan baik senang, kesal, maupun sedih. Dengan begitu, kamu dan dia menjadi tahu dan paham akan perasaan dan pikiran masing-masing.

Itulah beberapa informasi terkait silent treatment. Perlu diingat bahwa silent treatment tidak membantu dalam menyelesaikan masalah. Mereka yang didiamkan mungkin tidak akan sadar apa masalahnya. Maka hanya komunikasilah yang diperlukan agar menjaga hubungan tetap sehat.

Silent treatment juga berbahaya sebab dapat membawamu kepada perilaku yang toxic. Jika kamu memiliki masalah dalam mengekspresikan masalahmu, Asisya Consulting menawarkan layanan jasa konsultasi dengan psikolog terpercaya.

 

Sumber:

Leonard, J. 2020. Is the silent treatment a form of abuse. Medical News Today. dilansir dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/silent-treatment#how-to-respond

]]>
https://asisyaconsulting.com/mengenal-silent-treatment-dan-cara-mengatasinya/feed/ 0
Setiap Orang Dapat Memberikan Psychological First Aid, Tapi Gimana Caranya? https://asisyaconsulting.com/setiap-orang-dapat-memberikan-psychological-first-aid-tapi-gimana-caranya/ https://asisyaconsulting.com/setiap-orang-dapat-memberikan-psychological-first-aid-tapi-gimana-caranya/#respond Thu, 12 Aug 2021 10:11:00 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=517 Sumber: freepik.com

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita seringkali melihat orang lain yang sedang mengalami peristiwa buruk yang membuatnya bersedih hati.

Kamu mungkin ingin menolongnya, namun merasa ragu karena tidak memiliki latar belakang psikologi, konseling, atau sejenisnya. Sehingga membuatmu kebingungan harus melakukan apa untuk membantunya.

Namun sebenarnya, setiap orang dapat melakukan Pertolongan Psikologis Pertama atau Psychological First Aid (PFA). Sama halnya dengan pertolongan pertama pada kecelakaan, PFA pun dapat diberikan pada orang yang membutuhkannya oleh siapa saja. Tentunya setelah mempelajari dan dilakukan dengan rasa tanggung jawab.

Jadi apa itu Psychological First Aid?

Menurut WHO, PFA merupakan sebuah respon atau tindakan manusiawi dan suportif pada seseorang yang membutuhkan dukungan. Dalam hal ini respon atau tindakan tersebut bisa berupa menjadi pendengar, menghibur dan membantu mereka merasa tenang, membantu untuk terhubung dengan jasa atau layanan bantuan lebih lanjut, dsb.

PFA ini erat kaitannya pada mereka yang baru mengalami bencana alam. Namun, dalam WHO (2020), PFA diperuntukkan bagi orang-orang dalam “kondisi tertekan atau tidak menyenangkan, dan baru saja mengalami kejadian kritis.”

Tentu saja, kondisi tertekan dan kritis tersebut berbeda bagi setiap orang. Jadi, bukan hanya mereka yang baru saja mengalami bencana alam, tapi bagi siapa saja yang sedang mengalami peristiwa tidak menyenangkan.

Lalu bagaimana cara memberikan FPA?

Dalam buku panduan yang diterbitkan WHO (2020), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

Menerapkan Komunikasi yang Baik

Berhadapan dengan seseorang yang baru saja mengalami peristiwa tidak menyenangkan haruslah berhati-hati. Sebab mereka yang sedang bersedih hati  cenderung mudah tersinggung dengan perkataan orang lain.

Saat berkomunikasi, kamu harus peka terhadap bahasa tubuh seperti ekspresi, isyarat tubuh, serta kata-katamu sendiri. Jangan memaksa mereka untuk bercerita. Mereka yang membutuhkan pertolongan mungkin masih shock atau terpukul hingga tidak tahu bagaimana untuk menceritakannya.

Melakukan Persiapan

Menurut WHO (2020) ada tiga hal yang dapat dilakukan antara lain mempelajari situasi, layanan dan dukungan, serta keselamatan dan keamanan.

Sebelum menolong mereka, edukasi diri mengenai apa yang orang tersebut hadapkan menjadi poin penting. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “apa yang terjadi?”, “Siapa sajakah yang dapat memberikan bantuan?”, “Dimana dan bagaimana cara mengakses bantuan?”, “Apakah peristiwa tersebut masih berlangsung?” sangat penting untuk dicari tahu jawabannya.

Kamu dapat mencarinya melalui berbagai sumber yang valid dari internet, media sosial, atau bahkan pengalaman orang lain. Tindakan ini perlu kamu lakukan agar tidak salah dalam memberikan pertolongan.

Melakukan 3 prinsip FPA: Look (Lihat), Listen (Dengar), Link (Hubungkan)

Look: Lihat

Amatilah apa yang mereka butuhkan untuk membuat mereka merasa lebih tenang. Mungkin seperti air putih, tisu, atau tempat yang lebih nyaman untuk bercerita. Cari tahu segala hal tentang kebutuhan mereka, apa yang mereka butuhkan dan perlukan.

Listen: Dengar

Poin ini merupakan hal terpenting dalam memberikan PFA. Dalam melaksanakannya pastikan bahwa kamu mendengarkan mereka dengan empati.

Cobalah untuk mendekati mereka perlahan lalu tanyakan apa yang mereka butuhkan dan dapat kita lakukan untuk mereka. Dengarkanlah cerita mereka tanpa penghakiman. Berikanlah mereka ruang untuk merasa aman dalam bercerita. Jika memungkinkan pastikan bahwa kamu dapat menjaga kerahasiaan ceritanya. Jangan paksakan mereka untuk bercerita. Hal inilah yang disebut WHO (2011) sebagai cara membantu dengan tanggung jawab.

Berikan juga rasa nyaman dan menenangkan bagi mereka selama bercerita. Kamu dapat melakukannya dengan menunjukkan bahasa tubuhmu seperti tepukan ringan, anggukan kepala, atau kata-kata yang membuat mereka merasa lebih baik.

Link: Hubungkan

Jangan lupa bahwa apa yang kamu lakukan merupakan pertolongan pertama bagi mereka. Maka, jika kamu bukan ahlinya, kamu tidak berhak untuk memberikan mereka diagnosis tertentu.

Bantulah mereka untuk terhubung dengan tenaga profesional yang dapat mengatasi permasalahannya. Berikan informasi yang sudah anda pelajari sebelumnya.

Kamu juga dapat menanyakan apakah ada orang lain yang mereka percaya untuk memberi dukungan. Ingatlah untuk tidak memposisikan dirimu sebagai pengambil keputusan. Berikan mereka kesempatan untuk mengambil keputusannya sendiri. Namun yakinkan mereka, bahwa kamu bersedia untuk membantunya.

Perlu diingat bahwa, PFA bukanlah (WHO, 2020):

  1. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh tenaga ahli
  2. Konseling profesional
  3. PFA bukanlah “psychological debriefing”. Jadi, di dalam PFA tidak akan didiskusikan secara mendetail tentang kejadian krisis yang menimpa seseorang.
  4. PFA tidak meminta seseorang untuk menganalisis apa yang terjadi pada mereka dan tidak akan menjelaskan kejadian sesuai dengan urutan waktu dan kejadian.
  5. Relawan PFA tidak boleh memaksa untuk seseorang yang mengalami krisis menceritakan pengalamannya.

Itulah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk memberikan PFA bagi mereka yang membutuhkan.

Asisya Consulting memberikan pelayanan bagi kalian yang ingin melakukan konsultasi dengan psikolog terpercaya kami.

 

Sumber:

WHO. (2020). Pertolongan Psikologis Pertama: Panduan bagi Relawan Bencana. Surabaya: Airlangga University Press. diakses dari: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44615/9789241548205-ind.pdf

]]>
https://asisyaconsulting.com/setiap-orang-dapat-memberikan-psychological-first-aid-tapi-gimana-caranya/feed/ 0
Hati-hati! Inilah Dampak Perselingkuhan Terhadap Kesehatan Mental https://asisyaconsulting.com/hati-hati-inilah-dampak-perselingkuhan-terhadap-kesehatan-mental/ https://asisyaconsulting.com/hati-hati-inilah-dampak-perselingkuhan-terhadap-kesehatan-mental/#respond Mon, 09 Aug 2021 08:06:13 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=514 Sumber: freepik.com

Dalam menjalin hubungan, tentunya kepercayaan dan kesetiaan merupakan landasan atau pondasi yang harus dibangun. Maka tak heran jika salah seorang yang merusaknya akan berdampak pula pada hancurnya hubungan mereka.

Salah satu penyebab hancurnya hubungan yang disebabkan oleh ketidaksetiaan ialah perselingkuhan baik disengaja maupun tidak. Dalam sebuah studi, perselingkuhan didefinisikan sebagai “pelanggaran kepercayaan, pengkhianatan sebuah hubungan, dan pemutusan sebuah kesepakatan,” (Pittman, 1989; Syamsuri & Yitnamurti, 2020).

Berbagai faktor disebutkan dapat menjadi penyebab perselingkuhan seperti ketidakpuasan emosional dan seksual, masalah dalam hubungan, atau bahkan memiliki pasangan idaman lain. 

Namun, alasan-alasan tersebut tidak dapat membenarkan perilaku mereka. Sebab ada banyak dampak negatif yang disebabkan oleh perselingkuhan, salah satunya dalam masalah kesehatan mental. Berikut ini telah kami rangkum beberapa dampak perselingkuhan pada kesehatan mental, apa saja itu?

Memiliki Rasa Harga Diri yang Rendah

Mereka yang pernah diselingkuhi cenderung akan merasa rendah diri hingga menyebabkan kepercayaan diri yang rendah. Mereka mulai bertanya-tanya apa yang salah dalam dirinya hingga pasangannya mencari pasangan lain.

Dengan begitu, mereka pun cenderung akan menyalahkan diri sendiri. Perselingkuhan yang dilakukan pasangannya akan dianggap terjadi karena kesalahannya. 

Memiliki Trust Issue

Korban perselingkuhan nantinya mungkin akan mendapat trust issue atau yang dapat diartikan sebagai masalah kepercayaan terhadap orang lain. Mereka akan kesulitan untuk memulai hubungan yang baru sebab merasa tidak dapat mempercayai siapapun.

Anxiety atau Kecemasan Berlebihan

Jikalau pun memulai hubungan yang baru, sebab trust issue sebelumnya, mereka cenderung cemas terhadap apapun yang dilakukan pasangannya. Kecemasan tersebut nantinya akan berbuah sikap posesif, seperti ingin tahu apa yang ia lakukan.

Mereka jadi mudah curiga jika terdapat sedikit perubahan sikap dari pasangannya.

Meningkatnya Stress dan Depresi

Kehilangan orang yang kita sayangi dapat memunculkan tekanan yang membawa stress. Apalagi penyebabnya adalah pengkhianatan orang yang kita percaya.

Munculnya stress akibat perselingkuhan ini pun dapat menurunkan kinerja dalam pekerjaan sehari-hari. Mereka cenderung untuk merasa tidak bertenaga untuk melakukan apapun. Jika hal ini terus terjadi ditambah pikiran-pikiran buruk terhadap dirinya bukan tidak mungkin jika depresi akan ikut menyerang.

Posttraumatic stress disorder (PTSD)

Salah satu masalah kesehatan mental yang ikut menganggu ialah Posttraumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD sendiri dapat diartikan sebagai reaksi akibat peristiwa yang membuatnya trauma.

Bukan tidak mungkin jika perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangannya membuatnya sangat kaget. Mereka sangat mempercayai pasangannya namun tiba-tiba dikhianati begitu saja dan menghancurkan keyakinannya.

Bagi sebagian orang, perselingkuhan merupakan peristiwa besar yang dapat menyebabkan trauma hingga mungkin mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Sahabat Asisya, begitu banyak dampak negatif pada kesehatan mental akibat perselingkuhan. Apapun alasannya, perselingkungan tidak dapat dibenarkan. Jika memang mereka merasa ada yang salah dari pasangannya, maka lebih baik untuk dibicarakan satu sama lain.

Bukankah hubungan itu terdiri dari dua orang? Maka setiap masalah dan penyelesaiannya pun harus dilakukan keduanya, bukan mencari alternatif yang akan saling menyakiti.

Jika kamu memiliki pengalaman seperti diatas dan kesulitan untuk menghadapinya, Asisya Consulting menyediakan jasa layanan konseling dengan konselor dan psikolog terbaik.

Sumber: Syamsuri, M. V., & Yitnamurti, S. 2020. Perselingkuhan Dalam Sudut Pandang Psikiatri. Universitas Airlangga.

]]>
https://asisyaconsulting.com/hati-hati-inilah-dampak-perselingkuhan-terhadap-kesehatan-mental/feed/ 0
Katanya Mahasiswa Psikologi Seperti Ini, Tapi Apa Benar? https://asisyaconsulting.com/katanya-mahasiswa-psikologi-seperti-ini-tapi-apa-benar/ https://asisyaconsulting.com/katanya-mahasiswa-psikologi-seperti-ini-tapi-apa-benar/#respond Sat, 07 Aug 2021 04:41:14 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=511 Sumber freepik.com

Ilmu psikologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia sebagai ruang lingkupnya. Terlalu luas dan abstrak jangkauannya membuat banyak masyarakat awam memiliki persepsi yang keliru tentang ilmu ini.

Sebagai mahasiswa psikologi, kamu pasti sudah tahu mengenai suka dan duka dalam mempelajarinya. Termasuk mendengar komentar-komentar yang sering dilontarkan kepada teman atau orang disekitar baik benar maupun salah.

Berikut ini 6 komentar yang sering didengar tentang ilmu psikologi, apa saja sih?

Bisa membaca pikiran orang lain

“Kuliah psikologi? Bisa baca pikiran dong?”

Komentar yang satu ini rasanya sudah seperti makanan sehari-hari bagi mahasiswa psikologi. Ilmu yang abstrak mempelajari manusia dianggap bisa mengerti bagaimana keadaan atau pikiran orang lain dari hanya melihatnya.

Padahal, dalam pembelajarannya tidak ada materi mengenai membaca pikiran orang lain. Mahasiswa psikologi belajar psikologi bukan menjadi peramal atau cenayang.

Bukan tentang pikiran, namun lebih tepatnya mahasiswa psikologi belajar tentang emosi, kepribadian, atau sifat manusia.

Bisa menebak kepribadian orang lain

“Kamu kuliah psikologi ya, tebak dong aku tuh orangnya gimana sih?”

Komentar yang salah dan juga sering didengar. Memang benar bahwa mahasiswa psikologi mempelajari kepribadian manusia. Namun hal ini tidak bisa ditebak begitu saja. Apalagi hanya berdasarkan satu kali pengelihatan ataun bahkan dengan menunjukkan fotonya.

Perlu dilakukannya berbagai metode ilmiah seperti observasi, asesmen, ataupun wawancara untuk memberikan data yang dapat mendukung dugaan atau kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

Apalagi mahasiswa yang masih belajar dan masih banyak salah. Jadi jangan lagi langsung meminta dibaca kepribadianmu kepada teman mahasiswa psikologimu ya!

Jadi tempat curhat

“Aku mau curhat dong, kamu anak psikologi pasti bisa paham,”

Jangan kaget jika kamu mahasiswa psikologi mempunyai banyak ‘klien’ atau teman yang tiba-tiba meminta waktumu untuk mendengarkan keluhan mereka.

Belajar psikologi, dianggap mampu memahami perasaan mereka bahkan menyelesaikan masalahnya.

Tidak sepenuhnya salah sih, mahasiswa psikologi nantinya pun akan belajar tentang konseling dan bisa menganggap ini sebagai latihan. Namun, jangan berharap banyak bahwa mereka bisa menyelesaikan masalahmu ya. Jika kamu punya masalah yang sulit untuk diselesaikan kamu bisa mencari pertolongan yang lebih ahli seperti konselor atau psikolog dan psikiater.

Minta tips dan trick psikotes

“Kuliah psikologi berarti jago psikotes dong? Minta tipsnya dong?”

Komentar ini juga tidak sepenuhnya salah. Memang benar bahwa mahasiswa psikologi mempelajari alat tes psikologi. Namun sebagai dalam dunia psikologi ada kode etik yang perlu dipatuhi, yaitu tetap menjaga rahasia alat tes.

Lagipula setiap tes memiliki tujuan yang berbeda. Maka berbeda juga cara pengerjaan dan cara penafsirannya.

Lulusan psikologi pasti jadi psikolog

“Kuliah psikologi berarti lulus ngurusin orang gila dong?”

Tentu saja tidak. Untuk jadi psikolog lulusan S1 psikologi pun masih harus menempuh S2 bidang profesi. Disanalah kamu akan menentukan fokus pendidikanmu menjadi psikolog.

Lulusan psikologi juga memiliki banyak peluang kerja. Kamu bisa melihatnya di artikel sebelumnya tentang peluang kerja psikologi.

Mahasiswa psikologi pasti punya mental baja

“Anak psikologi pasti mentalnya ga pernah sakit ya?”

Oh tentu tidak. Mahasiswa psikologi juga manusia. Bisa sakit, stress, dan depresi.

Berbagai tekanan dari perkuliahan, keluarga, ataupun tingginya ekspektasi terhadap mereka bisa membuat mereka stress. Mempelajari ilmu psikologi bukan berarti menjadikan mereka mempunyai mental baja.

Itulah beberapa komentar yang sering didengar oleh mahasiswa psikologi. Sahabat Asisya, jangan keliru lagi ya.

]]>
https://asisyaconsulting.com/katanya-mahasiswa-psikologi-seperti-ini-tapi-apa-benar/feed/ 0
Bukan Cuma Psikolog, Inilah Beberapa Peluang Kerja Lulusan Psikologi Lainnya https://asisyaconsulting.com/bukan-cuma-psikolog-inilah-beberapa-peluang-kerja-lulusan-psikologi-lainnya/ https://asisyaconsulting.com/bukan-cuma-psikolog-inilah-beberapa-peluang-kerja-lulusan-psikologi-lainnya/#respond Tue, 03 Aug 2021 14:35:28 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=507 Sumber: freepik.com

Psikologi merupakan salah satu jurusan paling diminati oleh para calon mahasiswa. Dilansir dari kompas.com, psikologi menjadi jurusan soshum dengan peminat paling banyak khususnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada SBMPTN 2021 ini.

Mempelajari tentang perilaku dan mental manusia menjadi hal yang menarik para peminat untuk jurusan ini. Selain itu, sebab kajian utamanya ialah manusia, maka ilmu psikologi pun dapat digunakan hampir disemua sektor. Oleh karenanya, berbagai peluang kerja pun ditawarkan yang semakin menarik para peminatnya.

Profesi lulusan psikologi biasanya dikenal menjadi psikolog. Bukan hal yang salah, sebab untuk menjadi psikolog memang harus menempuh pendidikan S1 psikologi. Namun, tidak berhenti disitu saja untuk menjadi psikolog pun harus menempuh S2 psikologi profesi terlebih dahulu.

Yah, harus kuliah lagi dong? Ada kerjaan lain gak selain psikolog?

Tentunya ada! Inilah beberapa peluang kerja yang bisa dilakukan oleh para fresh graduate dari jurusan psikologi. Apa saja sih? Simak infonya di bawah ini yuk!

Konselor

Terlihat mirip dengan psikolog namun pekerjaan ini tidaklah sama. Jika psikolog dalam menghadapi permasalahan klien berfokus pada psikopatologi atau gejala gangguan jiwa. Namun konselor berfokus pada fungsi konseling untuk membantu seseorang merasa lebih baik melalui eksplorasi perasaan dan emosi.

Konselor biasanya menangani klien dengan masalah hambatan perkembangan atau emosional mereka. Akan tetapi untuk kasus yang lebih mendalam, konselor akan merujuk klien pada psikolog atau psikiater.

Kunci dalam menjadi konselor seperti yang disebut oleh topuniversities.com antara lain kemampuan untuk mendengar, berempati, dan menganalisa masalah untuk membantu klien mengatasinya.

Bukan hanya psikolog, pendekatan konselor pun beragam. Kamu dapat menjadi konselor perkembangan, konselor keluarga, atau pun konselor di sekolah.

Human Resources Development

Profesi ini merupakan salah satu pekerjaan yang paling diminati sebab banyaknya penawaran dari perusahaan-perusahaan besar.

Tugas utama seorang HRD ialah memanajemen sumber daya manusia atau karyawan yang ada dalam perusahaan.

Dalam melakukan pekerjaannya, HRD merencanakan program atau menetapkan kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Mereka pun melakukan tugas lain seperti rekrutmen, wawancara pegawai, atau melakukan pelatihan untuk pengembangan karyawan.

Research and Development

Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku dan mental manusia. Profesi ini berkaitan dengan riset untuk keperluan produksi suatu produk untuk dipasarkan.

Biasanya riset yang dilakukan meliputi kepuasan konsumen, tingkah laku konsumen, penyebaran demografi, atau data-data lain yang diperlukan. Hasil dari penelitian menjadi bahan masukan untuk memperbaiki  kesalahan produksi sebelumnya dan mengembangkan produk menjadi lebih baik lagi.

Tester Psikotes

Menjadi lulusan psikologi pastinya telah mempelajari pengoperasian alat tes. Profesi ini menjadi salah satu pekerjaan yang banyak ditawarkan untuk lulusan psikologi.

Biasanya tester psikotes bekerja di Lembaga atau biro psikologi. Namun bisa juga profesi ini bekerja pada lingkup instansi perusahaan, seperti untuk asesmen karyawan baru atau kepuasan kerja. Selain itu, bisa juga dalam lingkup sekolah seperti untuk mengetahui tingkat kecerdasan, minat bakat anak, atau gaya belajar yang bertujuan untuk membantu siswa dalam kegiatan belajarnya.

Peneliti

Sebab manusia selalu bertumbuh dan berkembang dengan menyesuaikan keadaan yang tidak pernah diduga. Maka penelitian psikologi terhadap manusia terus dilakukan.

Nah, hal ini bisa menjadi peluang pekerjaan untuk lulusan psikologi. Beberapa Lembaga yang membuka lowongan pekerjaan ini antara lain Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI), atau Lembaga-lembaga dengan minat isu kesehatan mental.

Pengajar

Peluang pekerjaan lain untuk lulusan psikologi yang bisa kamu coba ialah pengajar. Misalnya menjadi guru BK di sekolah ataupun dosen psikologi.

Kamu akan memberikan pembelajaran mengenai ilmu psikologi atau hal-hal yang berkaitan. Dalam lingkup sekolah, kamu bisa juga untuk memberikan konsultasi bagi siswa yang bermasalah, hambatan belajar, ataupun menyarankan pilihan jurusan untuk pendidikan mereka selanjutnya.

Itulah beberapa contoh peluang kerja untuk lulusan psikologi selain menjadi psikolog. Namun sebenarnya, peluang kerja lulusan ini sangatlah beragam. Sebab psikologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia, maka selama ada manusia psikologi terus memiliki peluang untuk bekerja.

Sumber:

https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/17/183300265/infografik–5-prodi-paling-diminati-di-sbmptn-2021

]]>
https://asisyaconsulting.com/bukan-cuma-psikolog-inilah-beberapa-peluang-kerja-lulusan-psikologi-lainnya/feed/ 0
Sering Merasa Serba Salah Terhadap Pasanganmu? Pahami Love Language Untuk Mengatasinya https://asisyaconsulting.com/sering-merasa-serba-salah-terhadap-pasanganmu-pahami-love-language-untuk-mengatasinya/ https://asisyaconsulting.com/sering-merasa-serba-salah-terhadap-pasanganmu-pahami-love-language-untuk-mengatasinya/#respond Thu, 29 Jul 2021 04:11:39 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=504 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Dalam konteks hubungan, saling memahami satu sama lain merupakan aspek terpenting dalam menjaga keharmonisan. Mungkin sebagian orang merasa bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik, tapi ternyata apa yang dilakukan masih dirasa tidak cukup oleh pasangannya. Hingga kamu merasa serba salah dan tak jarang terjadi perselisihan dalam hubunganmu.

Namun, bukan berarti yang kamu lakukan salah. Bisa jadi, hal ini disebabkan adanya perbedaan love language antara kamu dengan pasanganmu.

Tapi, apa sih itu love language?

Love language atau yang diartikan sebagai bahasa cinta merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman, seorang penulis dan konselor pernikahan. Dalam bukunya berjudul The Five Love Language: The Secret to Love that Lasts, bahasa cinta adalah cara seseorang untuk mengekspresikan kasih sayang terhadap pasangannya. Namun, bukan hanya cara kita memberi tapi juga tentang cara kita menerima kasih sayang tersebut.

Setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam menunjukkan bahasa cintanya, namun penting pula bagi mereka untuk memahami bahasa cinta dari pasangannya. Sebab dengan begitu kamu dapat lebih memahami dan peka terhadap keinginan mereka.

Bentuk-bentuk love language  

Lebih lanjut lagi dalam bukunya, Dr. Chapman mengungkapkan lima bentuk love language antara lain:

Words of affirmation (kata-kata afirmasi)

Bentuk bahasa cinta ini menunjukkan kasih sayangnya melalui kata-kata pujian, motivasi, apresiasi, atau kata lain yang dapat memberikan semangat dan menyenangkan hati. Mereka yang memiliki bahasa cinta ini senang jika mendengar pujian dari pasangannya dan mudah tersakiti jika mendengar kata-kata yang merendahkan.

Quality time (waktu yang berkualitas)

Love language yang ditunjukkan dari bentuk ini ialah sangat senang untuk menikmati waktu bersama orang yang disayangi. Ketika mereka bersama, mereka dengan bahasa cinta ini akan memberikan perhatian yang penuh pada pasangannya. Hal ini ditunjukkan seperti tidak bermain ponsel ketika mereka saling berbicara, sering melakukan kegiatan bersama, dsb.

Receiving gifts (memberi hadiah)

Bagi sebagian orang, hadiah merupakan cara untuk menunjukkan kasih sayangnya. Tidak selalu dengan hadiah yang besar atau mewah, orang dengan bahasa cinta ini sering memberikan hadiah-hadiah kecil untuk pasangannya. Begitu pun sebaliknya mereka akan sangat senang mendapatkan hadiah dari pasangannya. Sebab dengan begitu ia merasa diperhatikan.

Acts of service (tindakan melayani)

Memberikan kasih sayang juga dapat ditunjukkan melalui tindakan-tindakan kecil yang dapat membantu pasangan mengurangi bebannya. Orang dengan bahasa cinta ini cenderung menunjukkan aksinya daripada hanya bicara. Mereka pun merasa senang jika pasangannya melakukan hal tersebut sebab merasa pasangannya lebih peka untuk melakukan sesuatu tanpa diminta.

Physical Touch (sentuhan fisik)

Orang dengan bahasa cinta ini merasa senang mendapat sentuhan fisik dari pasangannya, seperti genggaman tangan, dirangkul, atau dipeluk. Mereka menilai bahwa sentuhan fisik merupakan bentuk perhatian yang dapat membuat mereka lebih tenang.

Kenapa love language penting untuk dipahami?

Layaknya ketika berbicara dengan orang lain, penting bagi kita untuk memahami bahasa yang digunakan agar terjalin komunikasi yang baik. Hal ini tidak berbeda jauh dengan bahasa cinta dalam suatu hubungan.

Memahami bahasa cinta menjadi cara untuk kamu lebih memahami dan menghargai satu sama lain. Dengan begitu kamu dapat menyampaikan rasa kasih sayang yang tepat seperti yang diinginkan pasanganmu. Maka tidak akan lagi ada perasaan serba salah dalam hubunganmu.

Dengan saling memahami tentunya membantu kamu dan pasangan untuk menjaga keharmonisan hubungan. Sebab kalian terus belajar untuk memahami satu sama lain sehingga dapat membangun hubungan yang lebih dalam dan berarti.

Perbedaan bahasa cinta yang digunakan juga dapat membuatmu untuk membangun empati terhadap pasanganmu. Dengan mengetahui bahasa cintanya, kamu akan belajar tentang apa yang membuat hal tersebut menjadi begitu berarti untuk dia. Selain itu, memahami cara pandang seseorang dapat membuatmu mendapat insight baru dan menjadikanmu lebih dewasa.

Love language ini tidak selalu tentang hubungan kekasih, namun bisa juga digunakan dalam hubungan pertemanan atau keluarga. Membangun sebuah hubungan dimana melibatkan dua orang atau lebih tentu tidaklah mudah. Semua bergantung dengan begaimana caramu untuk berusaha saling memahami satu sama lain.

Sumber:

https://www.northbrooklynmft.com/the-importance-of-learning-your-partners-love-language/

Sherri Gordon, 2020. What Are the Five Love Languages? Diakses dari Verywellmind.com, https://www.verywellmind.com/can-the-five-love-languages-help-your-relationship-4783538

]]>
https://asisyaconsulting.com/sering-merasa-serba-salah-terhadap-pasanganmu-pahami-love-language-untuk-mengatasinya/feed/ 0
Umur 20-an dan Segala Problematikanya https://asisyaconsulting.com/umur-20-an-dan-segala-problematikanya/ https://asisyaconsulting.com/umur-20-an-dan-segala-problematikanya/#respond Tue, 27 Jul 2021 02:20:39 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=501 Sumber: freepik.com

“Kok belum lulus? Kerja dimana? Kapan nikah?”

Memasuki umur 20-an, pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin sudah sering kita dengar sampai rasanya malas untuk menanggapi. Usia dimana dalam perkembangan psikologisnya merupakan masa transisi dari remaja menuju dewasa awal.

Dalam Hurlock (1996; Putri, 2019), usia dewasa awal menjadi masa penyesuain diri terhadap pola-pola kehidupan dan harapan sosial seperti peran, sikap, nilai, dan tugas baru. Kehidupan para dewasa awal biasanya diwarnai oleh eksperimen dan eksplorasi terhadap dunia dan impiannya.

Transisi terhadap tahap kehidupan baru tentunya menuntut diri untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi. Maka tak dapat dipungkiri jika usia ini yang paling sering memiliki masalah psikologis. Seseorang yang gagal menyesuaikan diri mungkin akan diliputi oleh rasa gelisah dan cemas. Akibat alasan inilah Hurlock (1996; Putri, 2019) kemudian menyebut masa dewasa awal menjadi masa penuh dengan ketegangan emosional.

Kekhawatiran atau ketakutan yang timbul umumnya disebabkan kebingungan akan tujuan hidupnya. Para dewasa awal ini memulai untuk memilih tujuan yang akan menentukan hidupnya. Banyaknya pilihan yang tersedia justru dapat membingungkan dan membuat mereka takut jika salah memilih. Mereka yang sebelumnya berada di usia senang bermain mulai dihadapkan pada kenyataan untuk melakukan peran dan tugasnya.

Usia dewasa awal sendiri memiliki tugas perkembangan antara lain “mendapatkan pekerjaan, memilih teman hidup, bergabung dalam suatu kelompok sosial, mengelola rumah tangga, dan menerima tanggung jawab sebagai warga negara,” (Hurlock, 1996; Putri, 2019).

Belum lagi ditambah rasa insecure dan inferioritas melihat teman sejawat memiliki banyak prestasi, sudah lulus, mulai bekerja di suatu perusahaan, atau bahkan menikah. Sementara rasanya kita masih terdiam disini sebagai penonton keberhasilan mereka.

Kekhawatiran, rasa insecure, dan inferioritas pun kerap dibumbui oleh ekspektasi atau harapan keluarga sendiri seperti ingin kita lulus cumlaude, langsung mendapat pekerjaan di perusahaan ternama, atau menikah sebelum umur 30 tahun. Nilai-nilai hidup yang berbeda dengan orang tua juga sering menjadi pemicu stress bagi mereka.

Dinamika kehidupan yang mulai dihadapkan pada dewasa awal yang masih belum siap mental mengemban tanggung jawab dan harapan ini tak jarang membuat mereka depresi. Salah satu masalah psikologis yang sering dialami adalah quarter life crisis.

Oleh karena itu, meyakini kemampuan diri sendiri menjadi motivasi terbesar seseorang dapat melalui ini. Salah satu ungkapan yang terus saya ingat dan membantu saya mengatasi ini adalah:

“Orang sukses terlahir dari mereka yang meyakini bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu”

Kita harus menjadi tameng dan pegangan bagi diri sendiri dikala orang lain atau bahkan orang tua meremehkan kemampuan yang kita miliki.

Mencoba berbagai hal baru untuk mengeksplor dunia dan mengasah keterampilan juga penting dilakukan. Kamu bisa melakukannya dengan mulai meninggalkan kebiasaan yang membuatmu malas, seperti bermain ponsel seharian tanpa melakukan sesuatu yang berarti. 

Banyak sekali program yang dapat membantu mengisi waktu luang dengan bermanfaat seperti mengikuti webinar, workshop, kegiatan organisasi, relawan, magang, ataupun bekerja paruh waktu. Anggap saja semua itu investasi untuk masa depanmu yang bisa saja berguna nantinya. Orang yang mencoba semua hal dan melakukannya sebaik mungkin tidak akan menyesali keputusannya meskipun ia gagal.

Terakhir dan terpenting ialah berhenti untuk membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain. Sebab setiap orang terlahir dalam keadaan yang berbeda, mereka memiliki kemampuan dan mungkin privilege-nya masing-masing. 

Bisa jadi kamu unggul di satu bidang dan mereka di bidang yang lain. Jalan yang kamu ambil pun bisa saja berbeda dengan jalan yang mereka lalui. Selagi kamu mau berusaha dan terus mencoba melakukan yang terbaik, maka sesuatu yang baik pun akan menghampirimu.

Percayalah, bahwa setiap bunga memiliki waktunya sendiri untuk tumbuh, begitupun kamu.

 

Sumber:

Putri, A. F., 2019. Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, Vol. 3(2), hal. 35-40. https://jurnal.iicet.org/index.php/schoulid/article/download/430/pdf 

]]>
https://asisyaconsulting.com/umur-20-an-dan-segala-problematikanya/feed/ 0