Oleh Tri Sulastri
Beberapa orang merasa kehilangan semangat atau bahkan stress saat menghadapi hari senin. Sebab mungkin rasa kebebasan pada akhir pekan direnggut dan harus menghadapi rutinitas yang tidak bisa dihindari. Kebencian terhadap hari senin ini disebut dengan istilah Monday blues.
Monday Blues merupakan istilah yang mendeskripsikan emosi negatif yang dirasakan pada hari senin mencakup kelelahan, putus asa, dan merasa pekerjaan tidak menyenangkan namun tidak dapat dihindari. Hal ini dapat disebabkan karena pola perubahan tidur, kelelahan di akhir pekan, dan tidak siapnya mental karena harus kembali ke rutinitas. Biasanya mulai dirasakan ketika minggu sore atau malam.
Namun, meskipun terlihat bahwa Monday blues adalah hal yang umum di masyarakat. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan produktivitas yang akan mengurangi kualitas pekerjaan hingga pada gangguan kesehatan psikologis seperti mood swing atau depresi.
Lalu bagaimana cara kita menghadapinya?
Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi Monday blues, antara lain:
Seperti yang disebutkan pada artikel sebelumnya bahwa perubahan pola tidur dengan membayar ‘utang tidur’ di akhir pekan akan merubah jam tubuh. Maka usahakan untuk mengatur waktu tidur teratur pada hari kerja agar tidak merubah susunan pola tidur di akhir pekan. Dengan begitu anda akan bangun dengan merasa segar sama seperti pada hari lainnya.
Terkadang kita membuat daftar untuk melakukan hal-hal yang kita sukai pada akhir pekan. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa kita sangat menantikan akhir pekan.
Maka, cobalah untuk mengubahnya. Buatlah daftar hal-hal menyenangkan yang anda nantikan di tempat kerja anda. Misalnya bertemu rekan kerja, menikmati makan siang, atau hal-hal menyenangkan lainnya.
Dengan membuat daftar tersebut mungkin akan memberikan mood positif sehingga anda lebih bersemangat untuk pergi bekerja.
Lagu dipercaya dapat berfungsi sebagai relaksasi dan mengurangi stress. Selain itu, menurut openminds.org, memainkan music bahagia dengan tempo tinggi dan cepat dapat meningkatkan mood dan motivasi. Maka cobalah mendengarkan music untuk mendapatkan motivasi tambahan dalam bekerja.
Jika bisa cobalah untuk menghabiskan akhir pekan dan nikmati waktu untuk anda sendiri. Setelah seminggu bekerja anda dapat menjadikan akhir pekan untuk waktu me-time atau memberi reward pada diri anda.
Anda dapat melakukannya dengan merencanakan sesuatu yang berbeda pada hari yang lain dapat menjadi cara untuk melepas stress bekerja terutama di hari senin. Baik pergi dengan teman, pergi ke tempat makan favorit, atau menghabiskan waktu untuk melakukan yang anda suka. Hal ini dapat menjadi sesuatu yang anda nantikan sepanjang waktu kerja anda.
Cobalah untuk mempraktekkan beberapa cara tersebut agar lebih bersemangat menjalani kegiatan di hari senin. Bagaimanapun tidak ada yang bisa menghentikan datangnya senin begitupun dengan pekerjaan kita.
Senin dapat terasa seperti hari-hari lainnya, hanya bagaimana cara kita untuk mengatur dan mengatasinya. Jika kamu masih memiliki pertanyaan tentang cara mengubah perilaku malas atau meningkatkan suasana hati, kamu bisa tanyakan langsung pada psikolog dan konselor Asisya Consulting.
Sumber:
https://www.openminds.org.au/news/5-positive-effects-music-mental-health
]]>Oleh: Tri Sulastri
Hari senin adalah awal dari minggu baru. Sebuah hari dimana tantangan dan kesempatan baru yang mungkin akan kita dapatkan.
Namun, rasanya bukan hal yang baru jika senin menjadi musuh utama bagi banyak orang. Terutama bagi mereka para pekerja atau yang masih bersekolah. Tapi apa sih yang membuat senin begitu dibenci?
Ternyata ini loh beberapa penyebab hari senin tidak disukai menurut penelitian dan ahli kesehatan mental. Apa sajakah itu?
Tidur merupakan salah satu mekanisme sistem kekebalan tubuh. Selain itu, tidur pun menjadi waktu dimana tubuh beristirahat setelah seharian bekerja. Maka tak jarang, jika beberapa orang memilih untuk tidur seharian pada akhir pekan untuk menggantikan jam tidur yang kurang. Hal ini bisa disebut juga sebagai upaya dalam membayar ‘hutang tidur’ mereka selama seminggu bekerja.
Mendapatkan waktu tidur lebih pada akhir pekan merupakan hal baik. Namun nyatanya, merubah pola tidur setiap 5 hingga 6 hari dapat merubah jam tubuh kita.
Penelitian yang dilakukan oleh profesor Universitas Flinders menemukan bahwa tambahan waktu tidur hanya membuat kita lebih lelah. Hal ini dikarenakan siklus sirkadian -yang menentukan pola kewaspadaan dan kelelahan- telah terganggu, sehingga menciptakan efek seperti jet lag.
Kita akan lebih mudah marah, tidak sabaran, dan tidak senang lebih dari biasanya ketika kita lelah.
Setelah menghabiskan waktu untuk bersantai di akhir pekan kita kembali pada tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Walaupun mungkin, beberapa dari kalian tetap memiliki kegiatan pada akhir pekan namun kebanyakan digunakan untuk melakukan hal yang menyenangkan.
Perubahan emosi dari sesuatu yang menyenangkan dan melaksanakan kewajiban dapat membuat hari senin terasa berat.
Becky Stuempfig -terapis pernikahan dan keluarga- dalam huffpost.com pun mengatakan, “ketika hari senin tiba banyak yang merasa kecewa karena kembali pada tanggung jawab mereka daripada menghabiskan waktu dengan memilih sendiri bagaimana mereka menghabiskannya.”
Bahkan lebih lanjut lagi ia menuturkan bahwa “ini terasa seperti kehilangan kontrol atas diri sendiri karena orang lain yang menentukan bagaimana anda menghabiskan waktu anda.”
Salah satu alasan utama beberapa orang tidak menyukai hari senin adalah karena mereka tidak menyukai pekerjaannya. Bahkan menurut survey yang dilakukan JobStreet sebanyak 73 persen karyawan tidak puas dengan pekerjaan mereka.
Rasa tidak suka dan ketidakpuasan pada pekerjaan dapat menuntun kita pada apa yang disebut dengan Monday Blues.
Monday Blues adalah perasaan negatif yang didapatkan pada awal hari kerja jika kita tidak senang pada pekerjaan tersebut. Perasaan tersebut meliputi depresi, kelelahan, dan putus asa serta perasaan bahwa pekerjaan tidak menyenangkan tapi tidak bisa dihindari.
Memiliki perasaan tersebut pada pekerjaan kita menyebabkan tidak produktif atau menurunnya kualitas pekerjaan kita pada hari senin.
Manusia merupakan makhluk sosial dimana membutuhkan orang lain disekitarnya. Maka kita perlu merasa nyaman dalam lingkungan pekerjaan yang hampir setiap hari kita temui.
Maka rasa tidak suka pada hari senin juga berkaitan dengan rasa cemas terhadap tempat kerja. Menurut Noel McDermott -psikoterapis- dalam huffpots.com pun menuturkan bahwa kebencian pada hari senin dapat berkaitan dengan antisipasi masalah sosial yang merupakan salah satu bentuk kecemasan sosial tingkat rendah.
Kecemasan ini dapat juga tentang terpaksa untuk berinteraksi dengan yang lain dan berada di lingkungan tempat anda dibandingkan dengan yang lain.
Sahabat Asisya, apakah kalian pernah merasa bahwa kalian merasa tidak menarik (re:jelek) khususnya pada hari senin? Jika ya, maka kalian tidak sendiri.
Penelitian yang dilakukan di Amerika menemukan bahwa perempuan pada sebanyak 46% perempuan dari segala usia dan geografis (kota, sub urban, dan desa) merasa kurang menarik di hari senin.
Pemikiran atau perasaan bahwa anda merasa buruk khususnya di hari senin dapat membuat anda tidak menyukai hari senin. Anda mungkin cenderung akan menghindari dan berusaha sebaik mungkin untuk lebih baik di hari senin. Bahkan mungkin pada kasus tertentu akan pasrah dan menerima bahwa memang hari senin adalah hari yang membuatnya buruk.
Itulah beberapa alasan yang telah penulis rangkum untuk mewakilkan mengapa banyak orang membenci hari senin. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mencegah senin datang. Namun kita lah yang dapat mengatasi perasaan yang dialami sendiri.
Sumber:
https://www.marieclaire.com/culture/a8263/monday-worst-day/
https://www.mentalfloss.com/article/60239/6-scientific-reasons-mondays-are-worst
https://www.huffpost.com/entry/why-mondays-hard-psychologically
https://www.theage.com.au/national/heres-why-you-hate-mondays-20061007-ge3a7q.html
https://www.jobstreet.co.id/career-resources/73-karyawan-tidak-puas-dengan-pekerjaan-mereka/
]]>