Deprecated: Creation of dynamic property Flatsome_Envato::$slug is deprecated in /home/asisgcom/public_html/wp-content/themes/flatsome/inc/classes/class-flatsome-envato.php on line 47

Deprecated: version_compare(): Passing null to parameter #1 ($version1) of type string is deprecated in /home/asisgcom/public_html/wp-content/themes/flatsome/inc/classes/class-flatsome-upgrade.php on line 115

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/asisgcom/public_html/wp-content/themes/flatsome/inc/classes/class-flatsome-envato.php:47) in /home/asisgcom/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
psikologi – Asisya Consulting https://asisyaconsulting.com Biro Jasa Konsultasi Psikologi Thu, 29 Jul 2021 04:11:39 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.11 https://asisyaconsulting.com/wp-content/uploads/2014/03/cropped-favicon-32x32.png psikologi – Asisya Consulting https://asisyaconsulting.com 32 32 Sering Merasa Serba Salah Terhadap Pasanganmu? Pahami Love Language Untuk Mengatasinya https://asisyaconsulting.com/sering-merasa-serba-salah-terhadap-pasanganmu-pahami-love-language-untuk-mengatasinya/ https://asisyaconsulting.com/sering-merasa-serba-salah-terhadap-pasanganmu-pahami-love-language-untuk-mengatasinya/#respond Thu, 29 Jul 2021 04:11:39 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=504 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Dalam konteks hubungan, saling memahami satu sama lain merupakan aspek terpenting dalam menjaga keharmonisan. Mungkin sebagian orang merasa bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik, tapi ternyata apa yang dilakukan masih dirasa tidak cukup oleh pasangannya. Hingga kamu merasa serba salah dan tak jarang terjadi perselisihan dalam hubunganmu.

Namun, bukan berarti yang kamu lakukan salah. Bisa jadi, hal ini disebabkan adanya perbedaan love language antara kamu dengan pasanganmu.

Tapi, apa sih itu love language?

Love language atau yang diartikan sebagai bahasa cinta merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman, seorang penulis dan konselor pernikahan. Dalam bukunya berjudul The Five Love Language: The Secret to Love that Lasts, bahasa cinta adalah cara seseorang untuk mengekspresikan kasih sayang terhadap pasangannya. Namun, bukan hanya cara kita memberi tapi juga tentang cara kita menerima kasih sayang tersebut.

Setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam menunjukkan bahasa cintanya, namun penting pula bagi mereka untuk memahami bahasa cinta dari pasangannya. Sebab dengan begitu kamu dapat lebih memahami dan peka terhadap keinginan mereka.

Bentuk-bentuk love language  

Lebih lanjut lagi dalam bukunya, Dr. Chapman mengungkapkan lima bentuk love language antara lain:

Words of affirmation (kata-kata afirmasi)

Bentuk bahasa cinta ini menunjukkan kasih sayangnya melalui kata-kata pujian, motivasi, apresiasi, atau kata lain yang dapat memberikan semangat dan menyenangkan hati. Mereka yang memiliki bahasa cinta ini senang jika mendengar pujian dari pasangannya dan mudah tersakiti jika mendengar kata-kata yang merendahkan.

Quality time (waktu yang berkualitas)

Love language yang ditunjukkan dari bentuk ini ialah sangat senang untuk menikmati waktu bersama orang yang disayangi. Ketika mereka bersama, mereka dengan bahasa cinta ini akan memberikan perhatian yang penuh pada pasangannya. Hal ini ditunjukkan seperti tidak bermain ponsel ketika mereka saling berbicara, sering melakukan kegiatan bersama, dsb.

Receiving gifts (memberi hadiah)

Bagi sebagian orang, hadiah merupakan cara untuk menunjukkan kasih sayangnya. Tidak selalu dengan hadiah yang besar atau mewah, orang dengan bahasa cinta ini sering memberikan hadiah-hadiah kecil untuk pasangannya. Begitu pun sebaliknya mereka akan sangat senang mendapatkan hadiah dari pasangannya. Sebab dengan begitu ia merasa diperhatikan.

Acts of service (tindakan melayani)

Memberikan kasih sayang juga dapat ditunjukkan melalui tindakan-tindakan kecil yang dapat membantu pasangan mengurangi bebannya. Orang dengan bahasa cinta ini cenderung menunjukkan aksinya daripada hanya bicara. Mereka pun merasa senang jika pasangannya melakukan hal tersebut sebab merasa pasangannya lebih peka untuk melakukan sesuatu tanpa diminta.

Physical Touch (sentuhan fisik)

Orang dengan bahasa cinta ini merasa senang mendapat sentuhan fisik dari pasangannya, seperti genggaman tangan, dirangkul, atau dipeluk. Mereka menilai bahwa sentuhan fisik merupakan bentuk perhatian yang dapat membuat mereka lebih tenang.

Kenapa love language penting untuk dipahami?

Layaknya ketika berbicara dengan orang lain, penting bagi kita untuk memahami bahasa yang digunakan agar terjalin komunikasi yang baik. Hal ini tidak berbeda jauh dengan bahasa cinta dalam suatu hubungan.

Memahami bahasa cinta menjadi cara untuk kamu lebih memahami dan menghargai satu sama lain. Dengan begitu kamu dapat menyampaikan rasa kasih sayang yang tepat seperti yang diinginkan pasanganmu. Maka tidak akan lagi ada perasaan serba salah dalam hubunganmu.

Dengan saling memahami tentunya membantu kamu dan pasangan untuk menjaga keharmonisan hubungan. Sebab kalian terus belajar untuk memahami satu sama lain sehingga dapat membangun hubungan yang lebih dalam dan berarti.

Perbedaan bahasa cinta yang digunakan juga dapat membuatmu untuk membangun empati terhadap pasanganmu. Dengan mengetahui bahasa cintanya, kamu akan belajar tentang apa yang membuat hal tersebut menjadi begitu berarti untuk dia. Selain itu, memahami cara pandang seseorang dapat membuatmu mendapat insight baru dan menjadikanmu lebih dewasa.

Love language ini tidak selalu tentang hubungan kekasih, namun bisa juga digunakan dalam hubungan pertemanan atau keluarga. Membangun sebuah hubungan dimana melibatkan dua orang atau lebih tentu tidaklah mudah. Semua bergantung dengan begaimana caramu untuk berusaha saling memahami satu sama lain.

Sumber:

https://www.northbrooklynmft.com/the-importance-of-learning-your-partners-love-language/

Sherri Gordon, 2020. What Are the Five Love Languages? Diakses dari Verywellmind.com, https://www.verywellmind.com/can-the-five-love-languages-help-your-relationship-4783538

]]>
https://asisyaconsulting.com/sering-merasa-serba-salah-terhadap-pasanganmu-pahami-love-language-untuk-mengatasinya/feed/ 0
Bahagia Dengan Ikigai https://asisyaconsulting.com/bahagia-dengan-ikigai/ https://asisyaconsulting.com/bahagia-dengan-ikigai/#respond Thu, 15 Jul 2021 13:14:38 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=488 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Katanya kita harus mengikuti passion agar merasa lebih bahagia. Katanya dengan passion dapat membuat kita merasa lebih bersemangat dalam melakukan rutinitas sehari-hari.

Tapi apa benar kalau passion saja cukup untuk membuat hidup lebih bahagia?

Ternyata ada loh satu prinsip hidup dari Jepang yang dapat membantumu menemukan konsep bahagia dalam hidup. Prinsip itu disebut Ikigai.

Apa itu Ikigai?

Ikigai merupakan sebuah istilah berasal dari jepang dengan menggabungkan kata iki yang berarti kehidupan atau hidup dan gai yang berarti manfaat atau nilai. Jika digabungkan kedua kata tersebut maka Ikigai memberikan manfaat, nilai, serta tujuan hidup. Maka dapat dikatakan juga jika Ikigai memberikanmu alasan untuk hidup.

Istilah ini pun dapat menjadi kunci untuk membantu menemukan tujuan dan atau makna kehidupan mu. Dengan begitu, Ikigai menjadi sebuah prinsip atau cara untuk memotivasi kamu bangun di pagi hari dan menjalani kehidupan dengan lebih bermakna.

Selain itu, Ikigai juga memberikan dampak yang penting dalam kesehatan dan umur panjang. Dalam buku yang ditulis oleh Dan Buttner (2015) dalam The Blue Zones Solution, menyebutkan bahwa Okinawa menjadi kota nomor satu dari 5 daerah terbaik dengan penduduk berumur panjang dan memiliki sedikit penyakit. Hal ini selain disebabkan oleh menjaga makanan ialah sebab filosofi hidup mereka yaitu IKIGAI (Garcia & Miralles, 2017).

Bagaimana Cara Menemukannya?

Sebelum membahas lebih lanjut, kalian perlu tau nih Ikigai itu sendiri terdiri dari 4 aspek yaitu passion, mission, profession, dan vocation. Aspek ini digambarkan dalam diagram berikut:

Sumber: www.djkn.kemenkeu.go.id

Passion

Untuk sebagian orang, menemukan passion merupakan tantangan terbesar sebab banyak yang masih tidak mengetahuinya. Passion sendiri dalam hal ini merupakan gabungan dari irisan sesuatu yang disenangi dan dikuasai. Sesuatu yang dengan melakukannya membuatmu merasa senang.

Mission

Aspek ini merupakan gabungan dari irisan sesuatu yang kamu senangi dan apa yang dibutuhkan oleh lingkungan sekitar. Dalam hal ini bisa jadi kamu tidak melakukannya dengan baik sebab bukan hal yang kamu kuasai dan tidak dibayar. Namun, aspek ini dihargai oleh orang lain. Misalnya menjadi relawan.

Profession

Seperti artinya dalam bahasa Indonesia, profession dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan profesimu. Aspek ini merupakan gabungan dari apa yang kamu kuasai dan kamu dibayar atas itu.

Vocation

Dalam hidup tentunya penghasilan menjadi salah satu hal yang penting untuk dimiliki. Selain itu juga berguna untuk menyeimbangkan kegiatan yang kita senangi agar tetap dapat dilakukan. Maka aspek vacation merupakan gabungan dari peluang mendapatkan penghasilan dari sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Seperti pekerjaan pada umumnya hal ini mungkin tidak melibatkan sesuatu yang kamu senangi sehingga mengurangi kesenangan untuk melakukannya.

Untuk dapat mencapai keempatnya, maka kamu harus mengetahui terlebih dahulu tentang kegiatan apa yang kamu sukai, apa yang kamu kuasai, apa hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan apakah itu sesuatu yang membuat kamu dibayar?

Jika kamu sudah mendapatkannya maka cobalah untuk menentukan tujuan. Setelahnya, maka kamu dapat menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

Tidak perlu dimulai dari langkah yang besar, cobalah dari sesuatu langkah kecil yang kamu yakini bahwa kamu dapat berhasil melakukannya. Dengan begitu, maka dapat meningkatkan kepercayaan dirimu atas apa yang kamu lakukan.

Menambah membaca atau diskusi dengan orang lain sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang lingkungan sekitar.

Hargai hal-hal kecil yang dapat membawa kebahagiaan. Setiap orang memiliki pandangannya masing-masing akan arti bahagia. Namun tidak ada salahnya jika mulai untuk menghargai keadaan yang kamu alami. Orang jepang sendiri percaya bahwa kebahagiaan kecil dapat membawa pada kehidupan yang lebih menyenangkan.

Itulah seputar informasi mengenai Ikigai. Ternyata bukan hanya passion sebagai aspek penting dalam hidup. Namun harus dibarengi dengan ketiga aspek yang tidak kalah penting. Aspek-aspek tersebut terbentuk melalui beberapa irisan yang berarti harus saling melengkapi bukan berdiri sendiri. Dengan menyatukannya, maka kamu berhasil dalam menemukan Ikigaimu dan membuat hidup lebih bahagia.

Jika kamu memiliki permasalahan dalam menentukan tujuan hidupmu, kamu dapat mengkonsultasikannya dengan psikolog dan konselor ahli dari Asisya Consulting.

Sumber:

Garcίa, H., & Miralles, F. 2017. IKIGAI: The Japanese Secret to a Long and Happy Life. New York: Penguin Books. https://img1.wsimg.com/blobby/go/528fd387-72f1-4bf6-b4be-2f0e210ec8fc/Ikigai%20_%20the%20Japanese%20secret%20to%20a%20long%20and%20hap.pdf  

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-suluttenggomalut/baca-artikel/13385/Ikigai-Filosofi-Hidup-Orang-Jepang-yang-Perlu-Ditiru.html

]]>
https://asisyaconsulting.com/bahagia-dengan-ikigai/feed/ 0
Tips Meredakan Kecemasan saat PPKM Darurat https://asisyaconsulting.com/tips-meredakan-kecemasan-saat-ppkm-darurat/ https://asisyaconsulting.com/tips-meredakan-kecemasan-saat-ppkm-darurat/#respond Thu, 08 Jul 2021 16:07:19 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=475 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Sahabat Asisya, kasus Covid-19 di Indonesia ternyata masih belum terkendali. Kegiatan masyarakat yang semula mulai normal dengan dicabutnya status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ternyata kembali dihentikan.

Dilansir dari tirto.com, Presiden Indonesia, Joko Widodo menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai 3 hingga 20 juli 2021. Kebijakan ini diambil pemerintah sebagai upaya untuk mengurangi rantai penyebaran Covid-19 yang terus meningkat.

Dengan kebijakan tersebut, kita kembali melakukan pekerjaan dari rumah (WFH) dan membatasi bepergian serta bertemu sanak saudara. Keadaan yang memungkinakn menjadi penyebab stress dan kecemasan terutama ketika di rumah saja.

Tentunya, dalam menghadapi Covid-19 bukan hanya kesehatan fisik yang perlu diperhatikan tapi juga kesehatan mental kita. Nah berikut ini beberapa cara yang dapat membantumu untuk tetap tenang saat PPKM Darurat. Apa aja sih? Simak infonya yuk!

Meditasi pernapasan

Cara ini memang terlihat mudah, namun meditasi pernapasan memiliki beberapa manfaat. Ketika oksigen memasuki aliran darah ke otak manusia, hal tersebut akan membantu seseorang untuk berpikir lebih rasional.

Meditasi pernafasan pun sering digunakan latihan mindfulness yang dapat membantu meredakan stress, kecemasan, meningkatkan kesadaran, dan sistem imun tubuh. Meditasi ini dapat kamu lakukan dengan menarik nafas panjang lalu menahannya sekitar tiga detik dan hembuskan perlahan. Kamu dapat mengulanginya sekitar 5-7 kali.

Melakukan hobi atau hal-hal baru

Saat dirumah saja, seseorang cenderung mudah bosan dan stress. Maka cobalah untuk melakukan kegiatan yang disukai atau diyaaykini mampu membuat pikiran lebih tenang. Dengan begitu kamu dapat mengisi waktu kosongmu dan mengalihkan kecemasan serta menurunkan tingkat stress.

Atur pola tidur yang baik

Kesehatan saat pandemic baik fisik maupun mental menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Sebab jika kita sakit akan semakin banyak pikiran-pikiran negatif yang akan mempengaruhi kita. Mengatur dan menjaga pola tidur yang baik dapat membantu untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental seseorang.

Hindari membaca berita dari sumber tidak kredibel

Sejak awal pandemic masuk di Indonesia sudah marak kabar atau pun berita yang tersebar tanpa adanya sumber terpercaya. Kabar atau berita yang banyak disebarkan melalui platform sosial media terkadang banyak memprovokasi kecemasan. Cobalah untuk tidak langsung mempercayai berita tanpa sumber yang jelas dan terpercaya. Kamu dapat melakukannya dengan mencari kabar dari organisasi atau instansi yang memang bertugas dalam pemberantasan Covid-19.

Mencari pendampingan psikologis

Poin kelima ini merupakan yang terpenting dalam menjaga kesehatan mental. Bukan hanya dengan psikolog atau konselor ahli, tapi kamu pun dapat melakukannya dengan mencari dari orang-orang disekitarmu. Dengan mendapatkan dukungan psikologis dari orang yang membuatmu nyaman dapat membantumu merasa lebih tenang.

Bertemu dengan konselor atau psikolog pun tidak perlu menunggu ketika situasi semakin parah. Kamu dapat mengatur janji temu dengan mereka untuk bercerita hal yang kamu rasakan.

Psikolog nantinya akan mengarahkanmu pada hal-hal yang membuatmu cemas atau stress. Kemudian membantumu untuk mengatasi hal tersebut.

Itulah beberapa tips dari kami yang dapat kamu coba lakukan saat PPKM darurat bagi kamu yang merasa cemas. Kamu pun mungkin mempunyai cara tersendiri dalam menghadapinya. Namun apapun itu, tetap jaga kesehatan dengan menerapkan protokolprotok kesehatan 5M dan menjaga kesehatan mental mu agar tetap sehat dalam menghadapi pandemi yang tidak diketahui kapan akan berakhir.

Asisya Consulting memberikan layanan konseling dengan para psikolog ahli bagi kamu yang ingin mencari pendampingan psikologis.

 

Sumber:

https://tirto.id/jokowi-resmi-umumkan-ppkm-darurat-jawa-bali-pada-3-20-juli-2021-ghnd

]]>
https://asisyaconsulting.com/tips-meredakan-kecemasan-saat-ppkm-darurat/feed/ 0
4 Jenis Kebohongan di Sekitar Kita https://asisyaconsulting.com/4-jenis-kebohongan-di-sekitar-kita/ https://asisyaconsulting.com/4-jenis-kebohongan-di-sekitar-kita/#respond Thu, 08 Jul 2021 16:02:06 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=472 Sumber: Freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Dalam kehidupan sehari-hari, rasanya kita akan berbohong jika menjawab tidak untuk pertanyaan ‘apakah anda pernah berbohong dalam seumur hidup mu?”

Yap, banyak sekali kebohongan yang kita buat ataupun kita dengar di sekitar kita. Berbagai alasan yang melandasinya seperti untuk menjaga pertemanan, untuk menjaga perasaan, dan lain sebagainya digunakan untuk melancarkan kebohongannya.

Tapi, tahukah kalian bahwa kebohongan pun memiliki beberapa jenis? Apa sajakah itu? Berikut ini Asisya Consulting telah menuliskannya menjadi 4 Jenis Kebohongan di Sekitar Kita antara lain:

  • White Lies (Kebohongan Putih)

Jenis kebohongan ini sering juga disebut sebagai kebohongan yang baik. White lies mengacu pada kebohongan yang dilakukan dengan tujuan agar tidak menyakiti orang lain serta menghindari situasi yang tidak menyenangkan. Contohnya, jika masakan seseorang teman yang dirasa hambar namun teman lain berkata enak agar tidak menyinggung perasaan temannya tersebut. Maka itulah kebohongan putih yang dilakukan dalam upaya tidak menyakiti perasaan temannya tersebut dan menghindari situasi jika temannya akan marah. Kebohongan ini biasa digunakan terutama dalam bersosialisasi.

  • Self Lies (Kebohongan Diri)

Sesuai namanya, jenis kebohongan ini dilakukan untuk melindungi diri sendiri untuk merasa lebih baik atau dari situasi yang membuat individu merasa tidak nyaman. Contohnya, kebohongan ini biasanya dilakukan dengan menekan emosi yang dirasakan seperti berkata ‘saya tidak apa-apa’ atau ‘aku baik-baik saja’ dan bertindak seolah tidak peduli. Jenis kebohongan ini juga dapat membahayakan psikis seseorang jika dilakukan terus menerus karena tidak mengeluarkan emosi yang tepat.

  • Compulsive Lies (Kebohongan Kompulsif)

Untuk jenis ini, kebohongan yang dilakukan ialah untuk mendapatkan perhatian dan terlihat lebih ‘keren’, atau biasa disebut pencitraan. Bagi pelaku dengan kebohongan ini, berbohong merupakan sebuah kebiasaan yang dilakukan untuk memperoleh rasa aman. Mereka cenderung berbohong dengan melebih-lebihkan kemampuan dirinya sendiri atau mencari kesan baik. Kebohongan ini pun dapat membuat individu kesulitan untuk berhenti berbohong demi menutupi kebohongan sebelumnya.

  • Pathological Lies (Kebohongan Patologis)

Jenis kebohongan ini merupakan kebohongan yang sulit dideteksi. Orang-orang yang melakukan kebohongan ini sudah handal dalam melakukan kebohongannya. Sebab kebohongan seperti sudah menjadi bagian dari hidupnya dan sering merasa tidak bersalah dengan perbuatannya. Mereka sudah merencanakan kebohongan tersebut untuk mencapai tujuannya. Sifat mereka pun dapat manipulative dan hanya melihat situasi dari sudut pandang sendiri.

 

Itulah beberapa jenis kebohongan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Baik berbohong dalam tujuan baik apalagi tidak baik, tetap saja berbohong yang mungkin akan dapat ganjarannya. Jika kamu melakukan kebohongan dan bahkan kamu sulit untuk menghentikannya, segeralah untuk mencari pertolongan. Kamu dapat menggunakan layanan Asisya Consulting dengan berkonsultasi dengan psikolog terpercaya.

 

Sumber:

https://www.stylecraze.com/articles/types-of-liars/

https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/beda-pembohong-patoligis-dan-kompulsif/ 

]]>
https://asisyaconsulting.com/4-jenis-kebohongan-di-sekitar-kita/feed/ 0
Merasa Semua Orang Memperhatikanmu? Tunggu Dulu, Mungkin Itu Spotlight Effect! https://asisyaconsulting.com/merasa-semua-orang-memperhatikanmu-tunggu-dulu-mungkin-itu-spotlight-effect/ https://asisyaconsulting.com/merasa-semua-orang-memperhatikanmu-tunggu-dulu-mungkin-itu-spotlight-effect/#respond Thu, 01 Jul 2021 06:42:16 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=469 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Sahabat Asisya, pernah gak sih kalian merasa seakan semua orang memperhatikanmu ketika berada di keramaian? Padahal kenyataannya tidak begitu.

Salah satu contohnya, saat kamu pergi ke suatu acara dan tidak percaya diri dengan pakaianmu karena merasa kurang cocok. Lalu kamu merasa bahwa semua orang akan memperhatikan bahkan membicarakanmu.

Situasi tersebut mungkin sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari dimana kamu merasa bahwa semua mata tertuju pada dirimu. Nah, dalam perspektif psikologi fenomena ini disebut spotlight effect. Apa itu? Simak informasinya ya!

Apa itu spotlight effect?

Dilansir dari psychologytoday.com, spotlight effect merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa orang lain memperhatikanmu lebih dari yang sebenarnya. Bisa dibilang istilah ini menjelaskan bahwa seseorang cenderung berpikir bahwa dirinya menjadi pusat perhatian padahal kenyataannya tidak demikian.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gilovich, dkk (200) mereka membuktikan bahwa orang-orang cenderung melebih-lebihkan sejauh mana tindakan dan penampilan mereka diperhatikan oleh orang lain.

Para peneliti American Psychological Association (APA) tersebut melakukan t-shirt eksperimen dengan membagi dua kelompok untuk menggunakan baju yang dianggap memalukan dan lebih keren sebelum memasuki ruang kelas. Kelompok pertama menggunakan baju yang menggambarkan Barry Manilow sementara kelompok kedua menggunakan baju bergambar Bob Marley, Jerry Seinfeld, dan Martin Luther King, Jr.

Kemudian peserta diminta untuk memprediksi berapa banyak orang yang akan memperhatikannya. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak lebih dari setengah persen dari yang mereka kira akan memperhatikan mereka.

Penelitian ini pun juga menunjukkan orang-orang cenderung percaya bahwa tindakan positif maupun negatif mereka lebih menonjol daripada orang lain. Para peneliti meminta partisipan untuk memperkirakan peringkat positif dan negative mereka yang diberikan oleh anggota kelompok. Peringkat positif untuk yang dapat menjalankan diskusi dengan baik dan peringkat negative untuk anggota yang sering salah bicara. Hasilnya menunjukkan jika peserta melebih-lebihkan seberapa menonjol diri mereka.

Kenapa spotlight effect bisa terjadi?

Seorang dosen psikologi di University of Lincoln, Nathan Heflick, Ph.D menjelaskan bahwa spotlight effect terjadi sebab egosentrisme pada diri kita. Egosentrisme itu sendiri merupakan kecenderungan memandang dunia dari perspektif pribadi karena mereka adalah pusat dari dunianya. Pengalaman diri kita digunakan untuk mengevaluasi dunia termasuk orang lain. Dengan begitu kita mengasumsikan bahwa orang lain pun memiliki pandangan seperti yang kita pikirkan. Kita terkadang lupa bahwa orang lain pun menjadi pusat dari dunianya sendiri.

Menurut Heflick naïve realism dan bias blind spot pun mempengaruhi terjadinya spotlight effect. naïve realism ialah kecenderungan seseorang untuk percaya apa yang mereka lihat sebagai realitas sebenarnya. Sementara bias blind spot merupakan kecenderungan untuk mengenali dampak bias pada penilaian orang lain tapi tidak dengan bias penilaiannya sendiri. Dengan begitu ia merasa bahwa apa yang ia fokuskan adalah benar, sehingga mereka percaya bahwa orang lain akan memperhatikan pada apa yang mereka fokuskan.

Lalu bagaimana cara untuk mengatasinya?

Sebab utama terjadinya fenomena ini karena egosentrisme seseorang yang membuat kita memandang dunia bahkan orang lain melalui pengalaman dan perspektif kita. Maka cobalah untuk menyadari dan meyakini bahwa setiap orang memiliki egosentrisme nya masing-masing. Mereka adalah pusat dari dunia mereka sendiri dan tidak ada yang benar-benar memperhatikanmu.

Selain itu cobalah untuk meminta pendapat dari rekan, sahabat, atau orang terdekatmu terhadap apa yang kamu fokuskan atau khawatirkan. Dengan begitu kamu memperoleh pandangan orang lain sebagai bahan pertimbanganmu.

Spotlight effect juga berkaitan dengan kecemasan sosial. Hal ini dapat membuat mu menjadi kurang percaya diri, mudah gugup, dan mudah khawatir terhadap pandangan orang lain. Sebab merasa dirinya selalu diperhatikan mereka jadi selalu berhati-hati pada tindakannya. Jika hal ini terus berlanjut maka akan memungkinkan jika kamu mengalami gangguan kecemasan sosial.

Maka saran terakhir, cobalah untuk konsultasikan hal ini dengan konselor atau psikolog kepercayaan mu. Tidak ada yang salah untuk membicarakan keadaan yang mengganggumu dengan ahlinya. Kamu pun dapat menggunakan layanan konseling dan terapi yang ada di Asisya Consulting.

Sumber:

Gilovich, T., Medvec, V. H., & Savitsky, K. (2000). The spotlight effect in social judgment: An egocentric bias in estimates of the salience of one’s own actions and appearance. Journal of Personality and Social Psychology, 78(2), 211–222. doi:10.1037/0022-3514.78.2.211  

https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-big-questions/201111/the-spotlight-effect

]]>
https://asisyaconsulting.com/merasa-semua-orang-memperhatikanmu-tunggu-dulu-mungkin-itu-spotlight-effect/feed/ 0
Sering Malas Mengerjakan Tugas Kelompok? Ini Alasan Menurut Psikologi https://asisyaconsulting.com/sering-malas-mengerjakan-tugas-kelompok-ini-alasan-menurut-psikologi/ https://asisyaconsulting.com/sering-malas-mengerjakan-tugas-kelompok-ini-alasan-menurut-psikologi/#respond Tue, 15 Jun 2021 02:56:24 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=455 Sumber: Freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Kerja kelompok menjadi sebuah cara dalam melatih kerja sama tim. Namun tak jarang, kita menemukan hambatan-hambatan dalam mewujudkannya. Salah satu hambatannya adalah anggota tim yang tidak bekerja. 

Kebanyakan dari mereka berpikir bahwa tanggung jawab tersebar untuk semua anggota kelompok bukan hanya dirinya. Maka, ia hanya mengerahkan sedikit upaya untuk kelompoknya. Fenomena inilah yang disebut social loafing atau pemalasan sosial,

Apa itu social loafing?

Social loafing (pemalasan sosial) merupakan kecenderungan individu untuk memberikan usaha yang lebih sedikit dalam kelompok daripada bekerja secara individual (Myers, 2012; Pratama & Aulia, 2020). Studi mengenai sosial loafing pertama kali diperkenalkan oleh Ringelmann seorang psikolog di Jerman pada 1920-an.

Dalam penelitiannya, Ringelmann melakukan eksperimen dengan membagi 3 kelompok yang terdiri dari satu orang, 3 orang, dan 8 orang kemudian mengukurnya menggunakan strain gauge (alat untuk mengukur tekanan). Hasilnya menunjukkan bahwa kinerja individu lebih besar dengan presentasi 93 persen, kelompok 3 orang 85 persen sementara kelompok 8 orang hanya 49 persen (Latane, Williams, Harkins, 1979).

Apa penyebab social loafing?

Social loafing terjadi sebab individu merasa bahwa usaha mereka tidak dapat dibedakan ketika berada dalam kelompok. Individu tersebut bisa bersembunyi di dalam kelompok dan menghindari konsekuensi dari kemalasan mereka. 

Hasil kerja dalam kelompok tersebut akan dinilai sebagai hasil kerja kelompok daripada individu. Maka apresiasi dan kesalahan pun akan diberikan untuk keseluruhan kelompok. Individu dengan sikap ini biasanya merasa bahwa akan ada orang lain yang menyelesaikan tugasnya.

Hal ini tentu berbeda ketika mereka bekerja secara individu, yang berarti tanggung jawab dan penilaian untuknya sepenuhnya.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Beberapa penyebab lain social loafing adalah tidak adanya evaluasi untuk kontribusi individu dalam kelompok dan pembagian tugas yang tidak jelas.

Maka, cobalah untuk membuat pembagian tugas yang adil dan jelas. Tentukan deadline untuk masing-masing tugas sehingga tidak perlu menunggu untuk tugas yang lain.

Selain itu, buat evaluasi untuk masing-masing kinerja anggota kelompok. Berilah penguatan positif seperti mengucapkan terima kasih untuk setiap kontribusi. Anda juga bisa memberi saran dan kritik yang membangun. Dengan begitu, individu akan menyadari bahwa ia mempunyai tanggung jawab dan peran yang penting dalam kelompok.

Terakhir dan terpenting ialah menjaga komunikasi antar anggota tim agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Memiliki sikap social loafing dapat memberi dampak untuk kelompok dan dirinya sendiri. Bagi kelompok mereka akan kesulitan untuk mencapai tujuannya dan menurunkan kualitas kerja. Sementara bagi individu, social loafing dapat menghambat pengembangan kompetensi seperti kerja sama tim dan komunikasi interpersonal. Selain itu, individu dengan sikap ini sulit untuk mengembangkan empati serta menurunnya kredibilitas hingga kehilangan kepercayaan dari anggota tim.

Maka ingatlah Sahabat Asisya, tugas kelompok adalah tugas yang dikerjakan secara kolektif atau bersama. Maka cobalah berlatih dengan mengerjakan tugas dan tanggung jawab anda dengan baik.

Jika kamu memiliki pertanyaan lain mengenai perkembangan diri, kamu dapat menanyakannya pada konselor atau psikolog Asisya Consulting.

 Sumber:

Latane, B. Williams, K., & Harkins, S. 1979. Many hands make light the work: The causes and consequences of social loafing. Journal of Personality and Social Psychology, 37 (6), 822-832. doi.org/10.1037/0022-3514.37.6.822.

Pratama, K.D & Aulia, F. 2020. Faktor-Faktor yang Berperan dalam Pemalasan Sosial (Social Loafing); Sebuah Kajian Literatur. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4 (2), 1460-1468. doi.org/10.31004/jptam.v4i2.611.

 

]]>
https://asisyaconsulting.com/sering-malas-mengerjakan-tugas-kelompok-ini-alasan-menurut-psikologi/feed/ 0
Memahami Karakteristik Anak Lewat Urutan Kelahiran https://asisyaconsulting.com/memahami-karakteristik-anak-lewat-urutan-kelahiran/ https://asisyaconsulting.com/memahami-karakteristik-anak-lewat-urutan-kelahiran/#respond Thu, 10 Jun 2021 09:30:51 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=452 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Begitu pula dalam sebuah keluarga, tidak ada anak yang memiliki sifat atau karakter kepribadian sama bahkan anak kembar sekalipun. Mulai dari anak sulung, tengah, hingga bungsu memiliki keunikannya masing-masing

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan sifat tersebut ialah urutan kelahiran dalam sebuah keluarga. Urutan kelahiran ini menjadi salah satu faktor pembentuk kepribadian yang bersumber dari pola asuh atau lingkungan keluarga tempat anak tumbuh.

Bahkan menurut Hurlock (2013), urutan kelahiran dapat menentukan dan memberikan pengaruh terhadap perkembangan diri seseorang. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan perlakuan dalam pola asuh orang tua berdasarkan urutan kelahirannya.

Nah, berikut ini adalah ciri umum anak berdasarkan urutan kelahirannya menurut Hurlock (2013) antara lain:

1. Anak sulung

Biasanya menunjukkan perilaku matang atau lebih dewasa karena berhubungan dengan orang-orang dewasa dan sebab diharapkan memikul tanggung jawab. Oleh sebab itu, mereka sering tidak suka terhadap harapan untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya dan pengasuh mereka.

Selain itu, mereka sering merasa tidak bahagia karena timbulnya perasaan kurang aman akibat berkurangnya perhatian orang tua dengan kelahiran adik-adiknya. Pada kasus tertentu, anak sulung biasanya berprestasi tinggi atau bahkan sangat tinggi sebab adanya tekanan dan harapan orang tua. Hal ini juga dapat didasari keinginannya untuk memperoleh kembali perhatian orang tua yang sebelumnya berkurang.

Mereka yang terlahir sebagai anak sulung pun cenderung mengembangkan kemampuan memimpin sebagai akibat tekanan dari keharusan memikul tanggung jawab di rumah.

2. Anak tengah

Anak tengah merupakan anak yang memiliki karakter paling berbeda dengan kakak atau adiknya. Mereka cenderung memiliki rasa iri hingga tak jarang memberontak untuk menarik perhatian orang tua bagi dirinya sendiri dan merebutnya dari kakak atau adiknya. Mereka merasa terganggu oleh perasaan diabaikan oleh orang tuanya yang dapat mendorong timbulnya gangguan perilaku. 

Selain itu, anak tengah cenderung sering menganggu adik-adinya yang memperoleh lebih banyak perhatian. Mereka pun tidak menyukai keistimerwaan yang diperoleh kakak-kakaknya.

Anak tengah cenderung mengembangkan kebiasaan tidak berprestasi tinggi karena kurangnya tekanan untuk berprestasi. Mereka juga cenderung diberikan tanggung jawab lebih sedikit bila dibandingkan anak sulung sehingga melemahkan sifat kepemimpinannya. Meskipun begitu, anak tengah cenderung mandiri akibat dari kebebasan yang lebih banyak dari anak pertama. Mereka pun mampu bersikap ramah dan bersosialisasi pada orang lain.

3. Anak Bungsu

Sebab dilimpahkan oleh kasih sayang orang tua, anak bungsu memiliki rasa aman lebih besar. Mereka pun cenderung keras dan banyak menuntut sebagai akibat kurang tegas pendisiplinan dan dimanjakan oleh anggota keluarga.

Lalu, sebab anak bungsu biasanya menjadi target dari serangan kakak-kakaknya, biasanya mereka mendapat perlindungan dari orang tuanya. Sehingga dapat mendorong pada ketergantungan dan kurangnya rasa tanggung jawab yang menyebabkan jiwa kepemimpinannya melemah.

Namun, mereka dapat membina hubungan sosial yang baik di luar rumah dan cenderung popular di kalangan teman-temannya. Mereka pun cenderung merasa bahagia karena memperoleh perhatian dari keluarganya.

Itulah beberapa karakteristik atau ciri umum yang menggambarkan anak dengan masing-masing sifatnya. Tentu saja ciri-ciri tersebut tidak bisa diaplikasikan atau menjadi standar ukuran untuk sifat seseorang.

Telah disebutkan bahwa perbedaan pola asuh terhadap urutan kelahiran anak lah yang menjadi sumber mengapa hal ini dapat menentukan atau mempengaruhi perkembangan diri seseorang. Oleh sebab itu Sahabat Asisya, memahami karakteristik anak sangat penting untuk dapat menerapkan pola asuh yang sesuai.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan atau kesulitan dalam pola asuh anak, kamu dapat bertanya kepada psikolog atau konselor Asisya Consulting. Kamu dapat melakukannya melalui konseling offline dengan langsung dapat ke kantor ataupun secara online.

 

Sumber:

Hurlock, Elizabeth B. 2013. Perkembangan Anak; Jilid 1 Edisi 6. Erlangga: Jakarta.

]]>
https://asisyaconsulting.com/memahami-karakteristik-anak-lewat-urutan-kelahiran/feed/ 0
Tidak Siap Menghadapi Hari Senin? Ikuti Cara Ini Yuk! https://asisyaconsulting.com/tidak-siap-menghadapi-hari-senin-ikuti-cara-ini-yuk/ https://asisyaconsulting.com/tidak-siap-menghadapi-hari-senin-ikuti-cara-ini-yuk/#respond Mon, 07 Jun 2021 09:55:58 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=449 Sumber: freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Beberapa orang merasa kehilangan semangat atau bahkan stress saat menghadapi hari senin. Sebab mungkin rasa kebebasan pada akhir pekan direnggut dan harus menghadapi rutinitas yang tidak bisa dihindari. Kebencian terhadap hari senin ini disebut dengan istilah Monday blues.

Monday Blues merupakan istilah yang mendeskripsikan emosi negatif yang dirasakan pada hari senin mencakup kelelahan, putus asa, dan merasa pekerjaan tidak menyenangkan namun tidak dapat dihindari. Hal ini dapat disebabkan karena pola perubahan tidur, kelelahan di akhir pekan, dan tidak siapnya mental karena harus kembali ke rutinitas. Biasanya mulai dirasakan ketika minggu sore atau malam.

Namun, meskipun terlihat bahwa Monday blues adalah hal yang umum di masyarakat. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan produktivitas yang akan mengurangi kualitas pekerjaan hingga pada gangguan kesehatan psikologis seperti mood swing atau depresi.

Lalu bagaimana cara kita menghadapinya?

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi Monday blues, antara lain:

  1. Atur pola tidur yang cukup

Seperti yang disebutkan pada artikel sebelumnya bahwa perubahan pola tidur dengan membayar ‘utang tidur’ di akhir pekan akan merubah jam tubuh. Maka usahakan untuk mengatur waktu tidur teratur pada hari kerja agar tidak merubah susunan pola tidur di akhir pekan. Dengan begitu anda akan bangun dengan merasa segar sama seperti pada hari lainnya.

  1. Buat daftar hal-hal yang anda sukai dari pekerjaan anda

Terkadang kita membuat daftar untuk melakukan hal-hal yang kita sukai pada akhir pekan. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa kita sangat menantikan akhir pekan.

Maka, cobalah untuk mengubahnya. Buatlah daftar hal-hal menyenangkan yang anda nantikan di tempat kerja anda. Misalnya bertemu rekan kerja, menikmati makan siang, atau hal-hal menyenangkan lainnya.

Dengan membuat daftar tersebut mungkin akan memberikan mood positif sehingga anda lebih bersemangat untuk pergi bekerja.

  1. Putar lagu kesukaan anda

Lagu dipercaya dapat berfungsi sebagai relaksasi dan mengurangi stress. Selain itu, menurut openminds.org, memainkan music bahagia dengan tempo tinggi dan cepat dapat meningkatkan mood dan motivasi. Maka cobalah mendengarkan music untuk mendapatkan motivasi tambahan dalam bekerja.

  1. Lepaskan urusan pekerjaan pada akhir pekan

Jika bisa cobalah untuk menghabiskan akhir pekan dan nikmati waktu untuk anda sendiri. Setelah seminggu bekerja anda dapat menjadikan akhir pekan untuk waktu me-time atau memberi reward pada diri anda.

  1. Jadikan hari senin sebagai hari spesial

Anda dapat melakukannya dengan merencanakan sesuatu yang berbeda pada hari yang lain dapat menjadi cara untuk melepas stress bekerja terutama di hari senin. Baik pergi dengan teman, pergi ke tempat makan favorit, atau menghabiskan waktu untuk melakukan yang anda suka. Hal ini dapat menjadi sesuatu yang anda nantikan sepanjang waktu kerja anda.

Cobalah untuk mempraktekkan beberapa cara tersebut agar lebih bersemangat menjalani kegiatan di hari senin. Bagaimanapun tidak ada yang bisa menghentikan datangnya senin begitupun dengan pekerjaan kita.

Senin dapat terasa seperti hari-hari lainnya, hanya bagaimana cara kita untuk mengatur dan mengatasinya. Jika kamu masih memiliki pertanyaan tentang cara mengubah perilaku malas atau meningkatkan suasana hati, kamu bisa tanyakan langsung pada psikolog dan konselor Asisya Consulting.

Sumber:

https://www.openminds.org.au/news/5-positive-effects-music-mental-health

https://www.forbes.com/sites/jacquelynsmith/2013/02/25/11-ways-to-beat-the-monday-blues/?sh=48429a9123f5 

]]>
https://asisyaconsulting.com/tidak-siap-menghadapi-hari-senin-ikuti-cara-ini-yuk/feed/ 0
Butterfly Hug Untuk Mengatasi Kecemasan https://asisyaconsulting.com/butterfly-hug-untuk-mengatasi-kecemasan/ https://asisyaconsulting.com/butterfly-hug-untuk-mengatasi-kecemasan/#respond Thu, 03 Jun 2021 12:16:01 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=445 Sumber: Freepik.com

Oleh Tri Sulastri

Sahabat Asisya, pasti istilah butterfly hug tidak lagi asing didengar. Terutama bagi sahabat asisya pecinta drama korea pasti tahu kalau itu ada di salah satu adegan drama It’s Okay Not to be Okay.

Namun untuk kalian yang belum mengetahuinya, berikut ini beberapa informasi mengenai butterfly hug untuk menambah informasi kalian. Simak informasinya yuk!

Apa sih butterfly hug itu?

Pertama kali diperkenalkan pada 1998, Butterfly Hug ini dibuat dan diperkenalkan oleh Lucy Artigas selama ia bekerja dengan orang-orang yang selamat dari badai Paulina di Acapulco, Mexico.

Butterfly hug merupakan salah satu metode dalam terapi Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EDMR). Terapi tersebut digunakan untuk merawat penderita Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). EDMR juga dapat digunakan untuk menenangkan diri kita dan menurunkan tingkat stress serta kembali ke waktu saat ini (mindfulness).

Bagaimana cara melakukannya?

Berikut panduan yang diberikan EMDR Foundation yang dapat anda coba:

  1. Silangkan lengan anda di atas dada hingga jari tengah dari masing-masing tangan berada di tulang selangka. Sementara jari tangan lainnya menutupi bagian antara tulang selangka dan bahu. Tangan dan jari harus vertikal sehingga jari-jari mengarah ke leher bukan ke lengan.
  2. Tutuplah mata anda.
  3. Gerakkan tangan anda secara bergantian seperti kepakan sayap kupu-kupu.
  4. Ambil nafas dalam dan perlahan
  5. Amati apa yang terjadi melalui pikiran dan tubuh seperti pikiran, gambar, suara, bau, perasaan, dan sensasi fisik tanpa mengubah, menekan, atau menilai pikiran anda.
  6. Terus lakukan sekitar 2 sampai 3 menit atau hingga anda merasa lebih tenang lalu turunkan tangan anda

Apa tujuan Butterfly Hug?

Tujuan utama dari metode ini adalah untuk menstabilkan emosi. Namun lebih jelasnya menurut Association for Comprehensive Energy Psychology, butterfly hug bertujuan untuk membuka hati, menyeimbangkan belahan otak kiri dan kanan, serta membantu menyelesaikan emosi setelah trauma.

Itulah informasi mengenai butterfly hug. Metode ini dapat anda coba sendiri ketika anda mengalami stress, cemas atau ledakan emosi sehingga dapat membantu anda menjadi lebih tenang.

Namun, jika anda masih kesulitan dalam mengatur emosi anda. Lebih baik untuk menemui tenaga ahli untuk membantu mengatasinya. Anda juga dapat menggunakan layanan konseling baik online maupun offline yang disediakan oleh Asisya Consulting.

Sumber:

https://emdrfoundation.org/toolkit/butterfly-hug.pdf

https://www.crowe-associates.co.uk/psychotherapy/butterfly-hug-method/

https://cdn.ymaws.com/www.energypsych.org/resource/resmgr/Resources_for_Resilience/R4R_Techniques_-_Butterfly_H.pdf 

]]>
https://asisyaconsulting.com/butterfly-hug-untuk-mengatasi-kecemasan/feed/ 0
5 Alasan Mengapa Benci Hari Senin Secara Ilmiah https://asisyaconsulting.com/5-alasan-mengapa-benci-hari-senin-secara-ilmiah/ https://asisyaconsulting.com/5-alasan-mengapa-benci-hari-senin-secara-ilmiah/#respond Mon, 31 May 2021 09:51:31 +0000 https://asisyaconsulting.com/?p=441 Sumber: Freepik.com

Oleh: Tri Sulastri

Hari senin adalah awal dari minggu baru. Sebuah hari dimana tantangan dan kesempatan baru yang mungkin akan kita dapatkan.

Namun, rasanya bukan hal yang baru jika senin menjadi musuh utama bagi banyak orang. Terutama bagi mereka para pekerja atau yang masih bersekolah. Tapi apa sih yang membuat senin begitu dibenci?

Ternyata ini loh beberapa penyebab hari senin tidak disukai menurut penelitian dan ahli kesehatan mental. Apa sajakah itu?

  1. Perubahan pola tidur

Tidur merupakan salah satu mekanisme sistem kekebalan tubuh. Selain itu, tidur pun menjadi waktu dimana tubuh beristirahat setelah seharian bekerja. Maka tak jarang, jika beberapa orang memilih untuk tidur seharian pada akhir pekan untuk menggantikan jam tidur yang kurang. Hal ini bisa disebut juga sebagai upaya dalam membayar ‘hutang tidur’ mereka selama seminggu bekerja.

Mendapatkan waktu tidur lebih pada akhir pekan merupakan hal baik. Namun nyatanya, merubah pola tidur setiap 5 hingga 6 hari dapat merubah jam tubuh kita.

Penelitian yang dilakukan oleh profesor Universitas Flinders menemukan bahwa tambahan waktu tidur hanya membuat kita lebih lelah. Hal ini dikarenakan siklus sirkadian -yang menentukan pola kewaspadaan dan kelelahan- telah terganggu, sehingga menciptakan efek seperti jet lag.

Kita akan lebih mudah marah, tidak sabaran, dan tidak senang lebih dari biasanya ketika kita lelah.

  1. Perubahan transisi emosional

Setelah menghabiskan waktu untuk bersantai di akhir pekan kita kembali pada tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Walaupun mungkin, beberapa dari kalian tetap memiliki kegiatan pada akhir pekan namun kebanyakan digunakan untuk melakukan hal yang menyenangkan.

Perubahan emosi dari sesuatu yang menyenangkan dan melaksanakan kewajiban dapat membuat hari senin terasa berat.

Becky Stuempfig -terapis pernikahan dan keluarga- dalam huffpost.com pun mengatakan, “ketika hari senin tiba banyak yang merasa kecewa karena kembali pada tanggung jawab mereka daripada menghabiskan waktu dengan memilih sendiri bagaimana mereka menghabiskannya.”

Bahkan lebih lanjut lagi ia menuturkan bahwa “ini terasa seperti kehilangan kontrol atas diri sendiri karena orang lain yang menentukan bagaimana anda menghabiskan waktu anda.”

  1. Tidak menyukai pekerjaan

Salah satu alasan utama beberapa orang tidak menyukai hari senin adalah karena mereka tidak menyukai pekerjaannya. Bahkan menurut survey yang dilakukan JobStreet sebanyak 73 persen karyawan tidak puas dengan pekerjaan mereka.

Rasa tidak suka dan ketidakpuasan pada pekerjaan dapat menuntun kita pada apa yang disebut dengan Monday Blues.

Monday Blues adalah perasaan negatif yang didapatkan pada awal hari kerja jika kita tidak senang pada pekerjaan tersebut. Perasaan tersebut meliputi depresi, kelelahan, dan putus asa serta perasaan bahwa pekerjaan tidak menyenangkan tapi tidak bisa dihindari.

Memiliki perasaan tersebut pada pekerjaan kita menyebabkan tidak produktif atau menurunnya kualitas pekerjaan kita pada hari senin.

  1. Kecemasan Sosial (Social anxiety) 

Manusia merupakan makhluk sosial dimana membutuhkan orang lain disekitarnya. Maka kita perlu merasa nyaman dalam lingkungan pekerjaan yang hampir setiap hari kita temui.

Maka rasa tidak suka pada hari senin juga berkaitan dengan rasa cemas terhadap tempat kerja. Menurut Noel McDermott -psikoterapis- dalam huffpots.com pun menuturkan bahwa kebencian pada hari senin dapat berkaitan dengan antisipasi masalah sosial yang merupakan salah satu bentuk kecemasan sosial tingkat rendah.

Kecemasan ini dapat juga tentang terpaksa untuk berinteraksi dengan yang lain dan berada di lingkungan tempat anda dibandingkan dengan yang lain.

  1. Merasa buruk mengenai diri sendiri

Sahabat Asisya, apakah kalian pernah merasa bahwa kalian merasa tidak menarik (re:jelek) khususnya pada hari senin? Jika ya, maka kalian tidak sendiri.

Penelitian yang dilakukan di Amerika menemukan bahwa perempuan pada sebanyak 46% perempuan dari segala usia dan geografis (kota, sub urban, dan desa) merasa kurang menarik di hari senin.

Pemikiran atau perasaan bahwa anda merasa buruk khususnya di hari senin dapat membuat anda tidak menyukai hari senin. Anda mungkin cenderung akan menghindari dan berusaha sebaik mungkin untuk lebih baik di hari senin. Bahkan mungkin pada kasus tertentu akan pasrah dan menerima bahwa memang hari senin adalah hari yang membuatnya buruk.

Itulah beberapa alasan yang telah penulis rangkum untuk mewakilkan mengapa banyak orang membenci hari senin. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mencegah senin datang. Namun kita lah yang dapat mengatasi perasaan yang dialami sendiri.

Sumber:

https://www.marieclaire.com/culture/a8263/monday-worst-day/

https://www.mentalfloss.com/article/60239/6-scientific-reasons-mondays-are-worst

https://www.huffpost.com/entry/why-mondays-hard-psychologically

https://www.forbes.com/sites/jacquelynsmith/2013/02/25/11-ways-to-beat-the-monday-blues/?sh=2a48e3ef23f5

https://www.theage.com.au/national/heres-why-you-hate-mondays-20061007-ge3a7q.html

https://www.jobstreet.co.id/career-resources/73-karyawan-tidak-puas-dengan-pekerjaan-mereka/

 

]]>
https://asisyaconsulting.com/5-alasan-mengapa-benci-hari-senin-secara-ilmiah/feed/ 0